Omnibus Law : Yang Kaya main Kaya, Yang Miskin Makin Miskin

OMBINUS LAW : YANG KAYA MAKIN KAYA,  YANG MISKIN MAKIN MISKIN

FORDIASI - Semenjak disetujuinya Omnibus Law RUU Cipta kerja oleh DPR pada hari senin kemarin (05/10/2020). Keesokan harinya para buruh melakukan demonstrasi besar-besaran secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini (07/10/20) para buruh masih melakukan mogok kerja untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasinya dengan menolak RUU Omnibus LAW yang dianggap bermasalah dan berpihak kepada para Stakeholder (pemangku kepentingan).

Beberapa pasal yang dipermasalahkan oleh para buruh salah satunya mengenai pengupahan. Yang sebelumnya diatur pada Pasal 89 UUK mengenai upah minimum daerah ditetapkan oleh daerah tersebut (kabupaten/provinsi), namun RUU Omnibus LAW meniadakan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMK), sehingga penentuan pengupahan berdasarkan Upah Minimum Provinsi ( UMP ).

Jika RUU ini benar-benar dijalankan disetiap perusahaan dan industri yang ada, maka hal yang paling berdampak adalah sektoral kabupaten.

Contoh, Jika kita merujuk pada angka UMK Kabupaten karawang Rp. 4.594.324 maka jika penentuan pengupahan berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat akan menjadi Rp. Rp1.810.350. Tentu angka tersebut merosot drastis dari hasil pendapatan buruh sebelumnya. Padahal pasal tersebut bukanlah perkara yang krusial yang perlu dibahas.

Kebijakan ini dianggap menyengsarakan rakyat. Apalagi, dikondisi pandemi saat ini banyak perusahaan yang memotong gaji para karyawannya dan banyak kebutuhan tambahan yang diperlukan. Bagaimana jika undang-undang tersebut terealisasikan di perusahaan?

Seharusnya pemerintahan memberikan sebuah solusi yang solutif, membantu rakyatnya untuk mencari jalan keluar dari segi perekonomiannya, bukan malah menambah beban lainnya. 

Berharap kebijakan ini dapat direvisi dan tidak berpihak kesebelah.

Jika tidak dapat direvisi, maka istilah " Yang kaya makin kaya, Yang miskin makin miskin " benar-benar terealisasi di negeri ini.

Ditulis oleh : Hendra Setiawan Founder Fordiasi

- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama