Sebelas Kali Karyanya ditolak di Indonesia, Malah diterima Google

SEBELAS KALI KARYANYA DITOLAK DI INDONESIA, MALAH DITERIMA GOOGLE

Oleh : Ricky Adrinaldi

Awalnya Christopher Farel yang masih kelas 1 SMA ini menciptakan software bermula saat ia ingin mengunduh game di komputer tetapi ukurannya terlalu besar. Padahal kuota data yang dimilikinya juga terbatas.

Setelah mencari-cari referensi dari internet, ia pun iseng menciptakan software data compression tersebut dengan perhitungan matematis agar dapat memperkecil ukuran game.

Ia baru berhasil menjuarai lomba setelah pulang dari Google yaitu pada November 2017 lalu. Ia berhasil menyabet juara emas dalam Lomba Peneliti Belia 2017 atas hasil karyanya yang diberi judul Lossless Data Compression Using Reversed Genetic Algorithm.

Temuan Farrel sempat 11 kali ditolak dalam lomba-lomba karya ilmiah, hingga akhirnya raksasa teknologi Google mengundangnya.

Farrel akhirnya bertolak ke markas Google di Mountain View, California, Amerika Serikat, pada 14 Februari 2017. Dalam sebuah summit, Farrel diminta untuk mempresentasikan algoritma core temuannya.

"Ketika present, ternyata banyak yang tertarik tentang core-nya sendiri. Akhirnya, Farrel diminta Google untuk bergabung dalam sebuah proyek untuk bekerja selama enam hingga tujuh bulan.

Jadi..jangan menyerah walau ditolak berkali2. Karena justru kesempatannya setelah itu.

 - Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama