Arti Kebahagiaan Yang Dipetik Dari Cerita Spongebob



ARTI KEBAHAGIAAN YANG DIPETIK DARI CERITA KARTUN SPONGEBOB


FORDIASI - Diketahui bahwa Squid Ward sangat tidak menyukai Sponge Bob, dan kawannya Patrick Star. Squid Ward menganggap Sponge Bob dan Patrick sebagai pengganggu di dalam hidupnya. Sialnya lagi, rumah Squid berada di tengah-tengah antara Sponge Bob dan Patrick. 


Praktis, hampir setiap hari Squid mendapat "teror" dari kedua tetangga yang dibencinya itu. Di dalam kartun "Sponge Bob Square Pant", Squid Ward digambarkan sebagai sosok pekerja yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Meskipun bekerja sebagai kasir di Restoran Siap Saji Krusty Krab, Squid selalu hadir di perhelatan seni bergengsi seperti konser orkestra dan pameran patung. 


Karena cita rasa yang tinggi itu, Squid Ward menganggap status sosialnya berbeda dengan Sponge Bob, tetangga dan juga rekan kerjanya di Krusty Krab. 

$ads={1}

Di antara kebiasaan Squid Ward di saat senggang adalah bermain klarinet atau melukis. Ini berbeda dengan Sponge Bob yang lebih suka mengejar dan menangkap ubur-ubur atau meniup gelembung. 


Suatu hari, ketika Squid Ward sedang memainkan klarinetnya, Sponge Bob dan Patrick datang mengganggu melalui jendela. Tiupan klarinet yang hampir masuk ke nada pamungkas, menjadi ambyar. Kontan, itu membuat Squid Ward marah. 


Ditutupnya jendela kamar untuk mengusir dua tetangga pengganggunya. Tapi, Sponge Bob dan Patrick berhasil menyusup melalui toilet. Squid pun berusaha menutup toilet. Sayangnya usaha itu tidak berhasil. Sponge Bob dan Patrick berhasil menyelinap melalui semua sisi rumah Squid Ward. 


Dengan bahasa bijak, Sponge Bob mengatakan bahwa ia hanya ingin mengajak Squid Ward bergembira. "Hidupmu seperti tidak bahagia Squid Ward!" jelas Sponge Bob dengan nada lirihnya yang khas. 

$ads={2}

Mendengar penjelasan itu, Squird Ward menyeringai. Ia merasa menemukan kegembiraan dengan klarinet dan quality time yang dijalani. Menurut Squid, mengejar dan menangkap ubur-ubur adalah tindakan bodoh. "Pergi kalian!", teriak Squid Ward kepada dua tetangganya itu. Sponge Bob pun kecil hati diperlakukan kasar seperti itu. Tapi tidak dengan Patrick. Bintang laut yang satu itu memang seperti tidak pernah mau pusing dengan apa yang terjadi. Dengan nada lirih, Sponge Bob berkata bahwa ia hanya ingin Squid Ward gembira seperti dirinya. 


Sementara itu, Squid Ward mulai menyiapkan alat pengaman agar rumahnya tidak lagi bisa disusupi Sponge Bob dan Patrick. Squid pun membangun pagar kawat tinggi yang dialiri listrik. Setelah selesai mendirikan pagar yang memutari rumahnya, Squid yakin bahwa kedua tetangganya itu tidak akan bisa menembus rumahnya. Senyum lebar pun tersungging di bibirnya. Ia merasa bisa melanjutkan quality time memanjakan dirinya bermain klarinet dan luluran. 


Namun, baru saja akan masuk ke rumahnya, Squid Ward dikejutkan dengan kehadiran Sponge Bob dan Patrick. Tentu itu membuatnya geram. Diusirnya kedua tetangga menyebalkan itu. Tapi, ketika akan keluar Squid Ward justru terkena  sengatan listrik di pagar kawat. 


Sial memang Squid Ward. Maksud hati menghalau Sponge Bob dan Patrick, tapi malah ia terkena sengatan listrik. 


Kejadian itu ternyata mengubah Squid Ward. Sengatan listrik telah mengubah perilakunya. Tetiba ia menjadi senang dengan Sponge Bob. Ia ingin selalu mengikuti tetangga kuningnya itu di mana pun berada. 


Kejadian itu membuat Sponge Bob gembira. Ia senang melihat Squid yang sombong berubah. Tawa lebar pun menghiasi mulut Sponge yang kreatif. 


Squid Ward memang berubah. Ia jadi lebih suka bersama Sponge Bob dalam banyak hal. Semua yang disukai Sponge Bob pasti disukai Squid Ward. Tapi ternyata, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. 


Sponge Bob kecewa dengan perubahan Squid Ward. Ia merasa hidupnya tidak berwarna setelah Squid mengikuti semua gaya hidupnya. Perhatian orang banyak pun akhirnya beralih ke Squid Ward yang berubah menjadi periang. 


Kekecewaan itu bertambah ketika pesta ulang tahun di rumah Patrick, Squid Ward menghabisi jatah kue kesukaan Sponge Bob. Diikuti dan disamai itu ternyata tidak mengenakkan. Kira-kira mungkin seperti itu yang bergejolak di hati Sponge Bob. Squid Ward telah mengambil seluruh hidupnya. Ia pun berharap agar Squid Ward kembali kepada karakter semula yang eksklusif tapi tidak mengambil kehidupannya. 

============

Dari kisah itu, kita teringat lagu ciptaan Pongky Barata yang dibawakan dengan indah oleh alm. Chrisye. 


Aku tau ku takkan bisa menjadi seperti yg engkau minta


Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta


Ternyata memaksa orang lain menjadi seperti yang kita mau, adalah menyengsarakan. 


Biarlah perbedaan itu ada. Karena berbeda itu membuat kebahagiaan datang melalui sela-sela hati.


Oleh : Dr. Abdi Kurnia Djohan


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close