Cara Menentukan Double Acting/Single Acting Pada Pneumatic Actuator Rotary Motion


CARA MENENTUKAN DOUBLE ACTING/SINGLE ACTING PADA PNEUMATIC ACTUATOR ROTARY MOTION


FORDIASI - Seringkali pada saat melihat Pneumatic actuator kita kebingungan dalam menentukan pneumatic actuator berjenis rotary motion yang dipasang pada ball/butterfly di customer itu double acting/single acting. Tidak jarang customer pada saat kita tanya juga mereka kebingungan dalam menentukannya. Berikut tips cara menentukan double acting atau single acting pneumatic actuator berjenis rotary motion:


1. Name Plate


Pada Pneumatic Actuator biasanya terdapat name plate yang terpasang yang menginformasikan spesifikasi dari pneumatic actuator itu sendiri. Biasanya keterangan yang umum terdapat pada name plate di pneumatic actuator adalah Brand, Model/type, output torque & Action (Double acting/single acting). Khusus pada model, pada umumnya cara menentukan double acting/single acting, bisa dilihat dari kode belakangnya yaitu ada DA & SR atau kadang hanya kode S.


DA itu merupakan singkatan dari Double Acting sedangkan SR adalah singkatan dari Spring Return yang mengindikasikan pneumatic actuator tersebut adalah single acting.


Akan tetapi terkadang ada juga pneumatic actuator yang modelnya menggunakan belakangnya kode DA tetapi ternyata actualnya single acting, hal ini bisa saja terjadi karena pneumatic actuator tersebut sudah dimodifikasi ditambahkan spring.


NAMEPLATE PNEUMATIC ACTUATOR DOUBLE ACTING     NAMEPLATE PNEUMATIC ACTUATOR SINGLE ACTING 


2. Solenoid Valve


Selain dengan melihat Name Plate, kita juga dapat menentukan pneumatic actuator double acting atau single acting dari model/tipe solenoid Valve yang digunakan. Beberapa brand solenoid pada umumnya menggunakan model/tipe yang hamper mirip.

$ads={1}

Misalnya kodenya 4V310-08B atau 4M310-08 atau 4V310-08 model atau tipe tersebut adalah berjenis 5/2 way yang biasa dipasang pada pneumatic actuator double acting, kemudian ada lagi 3V310-08B atau 3M310-08 atau 3V310-08 model atau tipe tersebut adalah berjenis 3/2 way yang biasa dipasang pada pneumatic actuator single acting.



   

       Solenoid Valve 4V310-08B 5/2 WAY DOUBLE ACTING 


   
                                          Solenoid Valve 3V310-08B 3/2 WAY SINGLE ACTING 


3. Port A & B Air Supply


Cara terakhir dalam menentukan double acting/single acting pada pneumatic actuator rotary motion adalah dengan melihat lubang port air supply pada pneumatic actuator atau selang yang dipasang pada lubang port air supply di pneumatic actuator Rotary. Cara membedakannya yaitu seperti berikut ini:


Apabila 2 port lubang pada pneumatic actuator tidak ada yang ditutup atau kedua port tersebut dipasang nipple dan selang maka pneumatic actuator tersebut adalah double acting.

$ads={2}

Akan tetapi apabila salah satu port atau yang ditutup, hanya ada satu lubang port yang dipasang nepple dan selang maka pneumatic actuator tersebut adalah single acting.



Butterfly Valve with Pneumatic         Ball Valve with Pneumatic                       Ball Valve with Pneumatic 
     Actuator Double Acting                   Actuator Double Acting                             Actuator Single Acting 


Semoga informasi ini bermanfaat...


Source : Sidik, Control Valve Division PT. Arita Prima Indonesia, Tbk


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama