Karyawan Mengira Manager HRD Salah Merekrut Orang, Ternyata Begini Hasil Kerjanya


KARYAWAN MENGIRA MANAGER HRD SALAH MEREKRUT ORANG, TERNYATA BEGINI HASIL KERJANYA


FORDIASI | INSPIRATIF - Pada umumnya jobdesc divisi HRD adalah mengelola SDM perusahaan. Salah satu tugasnya adalah merekrut karyawan.


Biasanya, Kriteria kandidat ditentukan dari beberapa syarat dan kualifikasi, salah satunya pengalaman kerja di tempat sebelumnya. Namun yang dilakukan oleh pak Ang Harry Tjahjono kali ini berbeda. 


Ia mencoba merekrut karyawan dengan background yang tidak relevan dengan posisi yang dibuka. Karena ia melihat ada sebuah potensi yang begitu besar pada diri seorang kandidat tersebut.

$ads={1}

Bagaimana kisah lengkapnya?


Yuk disimak melalui tulisannya di bawah ini :


Oleh :Ang Harry Tjahjono | General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT. SPIL | Lean Six Sigma Black Belt Certified.

Saya rekrut 1 orang fresh graduate yang tidak ada background procurement di tahun 2014. Kenapa saya rekrut? Karena dari interview, terlihat dia orang yang "niat" kerja, "niat" belajar. Saya tempatkan di procurement project yang notabene harus orang civil engineering. Background dia adalah ekonomi management.

Banyak orang mengatakan harry salah rekrut orang.

Ya kalau dilihat background maybe yes. Tapi ? belum tentu. Dia "belajar" buat BQ, belajar meeting untuk spec, belajar tiap hari nonstop. Ikut saya di dalam nego, learn how to nego. Learn how to build a strategy. Kemajuan dalam hal mengerti sangat cepat. Bulan ke 6 diserahi urus project ratusan juta, berhasil. Achieve target. Naik terus ke project bernilai milyar, juga berhasil.

Finally project diatas 100 M bangun pabrik, bareng dengan saya, untuk goalkan project tersebut. Ternyata result is very good. Share holder puas. Karier pun promoted very fast sampai ke assistant manager.

Terakhir dia pimpin sendiri project dari A sd Z utk membangun warehouse di cabang Bali. Stay disana, hadapi semua challenges termasuk penggantian kontraktor, dll. Berhasil ? YES!

Jadi salah rekrut ? NO.

Orang yg mau belajar mati2an serta mau berusaha, tidak akan pernah menyerah. Tidak ada kata gagal.

Leader hanya mengarahkan, memberikan kesempatan.

 

Bagaimana sob pengalaman yang dibagikan oleh pak harry? sangat bermanfaat dan memotivasi bukan?

$ads={2}

Terkadang kita hanya melihat seorang kandidat sebatas CV yang dilampirkan saja, lalu langsung menentukan lolos atau tidaknya. Andai setiap orang diberi kesempatan untuk melakukan interview terlebih dahulu dan mengenal sang kandidat lebih dalam, bisa saja salah satu karyawan yang tidak memenuhi kualifikasi secara teknis tersebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan perusahan.


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama