5 Part Yang Dilarang Modifikasi Pada Motor Injeksi

Sumber foto: Astra Motor

5 PART YANG DILARANG MODIFIKASI PADA MOTOR INJEKSI


FORDIASI.COM | OTOMOTIF - Bukan anak motor namanya jika motor tidak diotak atik. Para pecinta modifikasi tentu ingin memuaskan hasratnya untuk merombak ataupun menjadikan motornya pusat perhatian. Enggak sedikit modif yang dilakukan dengan memotong part-part tertentu agar terlihat keren.


Namun hal ini tidak bisa diterapkan pada motor Injeksi. Pasalnya, banyak sensor-sensor dan peranti elektronik yang sangat sensitif dengan kelistrikan.

$ads={1}

“Misal ada salah satu peranti yang diganti dengan versi aftermarket kadang enggak berfungsi. Ujungnya akan menyebabkan mesin enggak mau hidup atau menyala,” tukas Andi Akbar, empunya The Katros Motorcycles (TKM).


Nah, bagi rider motor injeksi yang berencana memodif kuda kesayangannya dengan cara yang ekstreme. Sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut yang menyangkut apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika melakukan memodifikasi si mosi (motor injeksi) kesayangannya.


Ini berlaku dalam modifikasi Japs Style, Cafe Racer, Street Fighter, Full Fairing atau aliran modifikasi yang lainnya. Silakan...


Dikutip melalui Otomotif.Net ada " 5 Part Yang Dilarang Modifikasi Pada Motor Injeksi " berikut uraiannya :


1. Kunci Kontak



Banyak yang mengganti sok depannya lebih besar dengan versi aftermarket maupun yang model upside down. Otomatis segitiga atas dan bawah serta kunci kontaknya (KK) ganti baru. Khusus motor injeksi, sebaiknya KK orisinalnya tetap dipertahankan. Soalnya pernah kejadian ada yang modif Suzuki Inazuma dan mengganti KK motor lain malah bikin mesin enggak mau menyala.


“Tapi setelah pakai KK orisinalnya, mesin hidup kembali. Ternyata di komponen KK Inazuma ada sensornya,” imbuh Atenx, panggilan akrab empunya TKM.


2. Pompa Bensin


Sumber foto : motorplus


Bila tangki bensin orisinal akan diganti dengan model custom, sebaiknya pompa bensin bawaan motor tetap dipertahankan. “Posisi maupun kemiringan pompa bensin berubah, berakibat kinerjanya tidak maksimal. Solusi yang saya lakukan yakni tangki orisinal bagian bawah masih saya pakai, tinggal bagian atas dan sampingnya bikin baru sesuai keinginan pelanggan,” tukas builder di Jl. Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jaksel.

$ads={2}

3. Bank Angle Sensor


Sumber foto: Wahana Honda


Beberapa tunggangan sport dilengkapi bank angle sensor atau sensor kemiringan. Nah bila rangka tunggangan dirombak total, otomatis posisi peranti ini berubah. Namun agar mesin tetap bisa hidup, sebaiknya penempatan peranti ini jangan sembarangan karena ada petunjuknya. “Jadi mau dipindah ke mana saja kalau posisinya sesuai petunjuk, mesin tetap bisa menyala,” tukas Donny ‘Batak’ Permana, penggawang Hantu Laut (HL).


4. ECU


Sumber foto: Gridoto.com


Tunggangan sudah mengalami rombakan total, otomatis banyak peranti yang posisinya pindah ke tempat lain. “Bila posisi ECU berubah posisi, sebaiknya disimpan pada bagian yang tertutup untuk menghindari terkena air. Misal posisi awalnya menghadap ke atas atau tegak, usahakan letaknya sama seperti semula untuk menghindari adanya gangguan pada peranti tersebut,” tutup builder ngepos di Jl. H. Nawi Raya, Gg. H. Jeni, Jaksel.


5. Kabel Bodi


Sumber foto: Stang Stir


Bila ada proses custom atau ubah rangka dan disertai pengelasan, sebaiknya peranti ini dilepas dari rangka motor. Tujuannya untuk menghindari kabel bodi meleleh, terbakar maupun hubungan arus pendek saat proses pengelasan.


Demikian informasi mengenai " 5 Part Yang Dilarang Modifikasi Pada Motor Injeksi "


Modifikasi boleh, tapi perhatikan untuk keselamatan berkendara yah sob! dan sayangi motormu sebagaimana kamu menyayangi pasanganmu, ea... hehe


Sumber : otomotif.net


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama