Gubernur Sumsel Tetapkan Siaga Darurat Karthula, 10 Daerah Ini Jadi Prioritas

Ilustrasi penanganan karhutla (Foto: ANTARA FOTO/Humas Manggala Agni)

GUBERNUR SUMSEL TETAPKAN SIAGA DARURAT KARTHULA, 10 DAERAH INI JADI PRIORITAS


FORDIASI.COM | NEWS -  Melansir dari detik.com, 


Kebakaran hutan dan Lahan menjadi musibah rutinan Sumatera Selatan setiap tahun. Herman Deru selaku Gubernur Sumatera Selatan akhirnya menaikkan status siaga kebakaran dan lahan (Karhutla) 2021. Sebanyak 10 daerah masuk prioritas sebagai daerah rawan karhutla.


"Saat ini kita sudah berstatus siaga darurat karhutla. Karena itu diperlukan kerja cepat dalam penanganan. Namun, untuk 10 daerah itu lebih jadi prioritas daerah rawan karena sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena terbukti terjadi karhutla," kata Deru kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

$ads={1}

Sepuluh daerah prioritas rawan karhutla tersebut yakni Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Rawas, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).


Herman mengatakan penetapan status tersebut merupakan tindak lanjut dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi kemarau tahun ini. Dia mengatakan musim kemarau tahun ini akan menyebabkan kadar air permukaan terutama di lahan gambut menipis. 


Hal ini harus diantisipasi karena rentan terjadi kebakaran dan cepat meluas. Salah satu langkah tepat yakni pembangunan embung. Dia mengatakan membasahi lahan tidak mesti dilakukan dari atas, melainkan mengalirkan air dari bawah permukaan lahan.


"Stok air harus terjaga, keberadaan embung difungsikan. Ini merupakan salah satu cara agar lahan tetap basah karena biasanya api padam di atas tetapi menjalar dari bawah, tepatnya di lahan gambut. Dalam situasi darurat, helikopter dapat difungsikan untuk water bombing," kata pria yang biasa disapa HD itu.


Dia berharap, penanganan karhutla tahun ini sama berhasilnya dengan 2020. Dia mengatakan tahun lalu karhutla dapat ditekan melalui edukasi kepada masyarakat dan korporasi yang didukung kondisi kemarau basah.


"Ya kita berharap penanganan karhutlah tahun ini sama berhasilnya dengan tahun kemarin. Tentu intinya beragam upaya dilakukan agar karhutla bisa dicegah," tutupnya.


Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Hartanto, mengatakan wilayah Sumsel diprediksi akan memasuki musim kemarau di akhir Mei 2021. Sedangkan, puncak musim kemarau secara umum diprediksi akan terjadi di Agustus 2021.

$ads={2}

"Sifat kemarau tahun ini diprediksi normal, lebih kering dibandingkan tahun 2020. Mulai memasuki musimnya pada akhir Mei dan puncaknya di Agustus. Akan meyerupai atau sedikit lebih basah dari tahun 2019. Yang jelas kita haruas tetap meningkatkan kewaspadaan," jelas Hartanto. (jbr/jbr)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close