Koordinator Pemuda Aswaja: Investasi Miras Itu Sesuai Dengan Ushul Fiqih

KOORDINATOR PEMUDA ASWAJA: INVESTASI MIRAS ITU SESUAI DENGAN USHUL FIQIH


FORDIASI - Akhir-akhir jagat maya dihebohkan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 mengenai diperbolehkannya izin investasi miras di Indonesia.


Hal ini tentu menjadi polemik, terutama umat islam di Indonesia. Beberapa organisasi islam telah menentang dan menolak perpres tersebut. Salah satunya Nahdlatul Ulama, karena menurutnya tidak sedikitpun membawa manfaat untuk kemashalatan umat, namun sebaliknya (mudharat).


“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” ujar Said Aqil beberapa waktu lalu, dilansir NU Online.

$ads={1}

Seperti yang dilansir melalui, www.suaranasional.com 


Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim memberikan pernyataan kepada www.suaranasional.com, Sabtu (27/2/21) tentang regulasi yang dikeluar pemerintah tersebut :


“Investasi miras itu sesuai dengan ushul fiqih ma la yatimmu al-wajib illa bih fahuwa wajib (suatu unsur yang mengantarkan pada kewajiban adalah wajib). Maksudnya, menegakkan kemaslahatan adalah kewajiban. Namun kemaslahatan hanya bisa tegak, jika ada penegakan tertib sosial. Karena itu, tertib sosial menjadi sesuatu yang wajib ditegakkan,” kata Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim dalam pernyataan kepada www.suaranasional.com, Sabtu (27/2/2021).


Menurut Nur Khalim, keberadaan miras itu sudah ada sejak lama dan perlu adanya peraturan. “Perpres investasi miras termasuk di dalamnya regulasi menghasilkan maslahah ammah (kemaslahatan umum),” ungkapnya.


Kata Nur Khalim, Perpres investasi miras bukan membenarkan orang minum beralkohol. “Ini salah kaprah terhadap investasi miras tersebut. “Harusnya yang komentar melarang investasi miras membaca Perpres-nya terlebih dulu. Kebanyakan membaca judul dan tidak tahu isinya,” jelas Nur Khalim.


Selain itu, ia juga mengatakan, di antara para ulama berbeda pendapat tentang miras atau khmar. Imam Abu Hanifah dan kalangan ulama Irak berpendapat keharaman khamr jumlah kadar yang diminum, bukan dari substansi zat minumannya.


Kira-kira gimana sob tanggapan anda?

$ads={2}

Yuk Komentarnya


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama