Bantahan Atas Hujjah Ustadz Firanda Yang Mengatakan Keturunan Rasulullah SAW Tidak Ada

BANTAHAN ATAS HUJJAH USTADZ FIRANDA YANG MENGATAKAN KETURUNAN RASULULLAH SAW TIDAK ADA


FORDIASI.COM | ISLAM - Ustadz Firanda Andirja merupakan sesosok ulama wahabi yang cukup popular di Indonesia. dengan gaya penyampaian tausiyahnya yang lugas dan tegas, sehingga banyak  para pengikutnya mengaggumi sosok beliau.


Namun dibalik sosok yang dikagumi oleh jama'ahnya tersebut, Banyak tausiyahnya berisi kontroversi dan ketidaksukaan kepada golongan Ahlusunanh Wal Jama'ah, salah satunya mengenai " Keturunan Rasulullah SAW yang dianggap fiktif "


Melalui laman facebooknya KH. Abdi Kurnia Djohan, beliau memberikan tanggapan apa yang disampaikan oleh Ustadz Firanda Andirja :


Oleh : Dr. KH. Abdi Kurnia 

$ads={1}

Ustadz, saya mau tanya apakah benar, para habib itu keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? 

Sang ustadz pun memberi jawaban sebagai berikut: 


1. Saya tidak tahu apakah mereka benar keturunan Rasulullah. Karena dalam persoalan nasab ini yang terpenting adalah kejujuran mereka. .


2. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa keturunan Nabi tidak mendapat keistimewaan seperti halnya Nabi. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa keturunan Nabi otomatis masuk surga. Nabi sendiri mengatakan: 


لَوْ كَانَتْ فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَاهَا


Seandainya Fatimah anak Muhammad mencuri pasti aku potong kedua tangannya...


3. Hadits ini menegaskan bahwa keturunan Nabi tidak mempunyai keistimewaan. Seandainya mereka punya keistimewaan, ada habib yang syi'ah dan ada habib yang sufi. Konon kabarnya, habib yang sufi sering mengkritik habib yang syi'ah. Begitu sebaliknya. 


4. Seandainya benar, para habib itu adalah keturunan Nabi tentu mereka mengamalkan agama seperti kakeknya. Maka dari itu, kita harus mengingatkan mereka untuk kembali kepada agama kakeknya, dengan tidak jadi syiah atau tidak menjadi sufi, seperti memperingati maulid dan sebagainya...

$ads={2}

(Ust. Dr. FAAM) 


==========


Catatan Responsif 


1. Bahwa para habaib itu benar keturunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kesaksian bahwa para habaib itu keturunan Nabi didasarkan kepada kesaksian dari para ulama ahli sejarah dan ahli nasab. Sebutan habib diberikan kepada keturunan Sayyiduna Husain bin Ali alaihissalam yang menyebar di Yaman. Sebutan itu menggantikan sebutan sayyid yang menurut sebuah keterangan, memicu ketidaksukaan sebagian suku di Yaman. Keturunan Nabi bukan saja berada di Yaman, tapi juga di Irak, Iran, Suriah, Yordania, Libanon, Mesir, Sudan, Tunisia, al-Jazair, Maroko, India, Malaysia dan Indonesia. Pengakuan bahwa mereka keturunan Nabi Muhammad dikonfirmasi oleh catatan yang dikeluarkan oleh Rabithah atau Naqabah yang saling terhubung antarnegara. 

Baca Juga :

Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an

2. Keturunan Nabi memang tidak mempunyai keistimewaan dalam aspek taklif syar'iy (beban hukum agama). Tapi mereka mempunyai keistimewaan dari aspek nasab, yang merupakan keberkahan tersendiri. Keberadaan mereka menegaskan bahwa figur Nabi Muhammad memang ada dan bukan fiktif. Di antara keberkahan keturunan Nabi adalah Allah kabulkan doa mereka dan Allah mudahkan mereka kembali ke jalan Kakeknya ketika mereka bertaubat dari perilaku buruk. Ini merupakan berkah dari Nabi sebagaimana dicantumkan di dalam al-Qur'an: 


قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى القُرْبَى


Katakan, " aku tidak meminta imbalan apa pun atas urusan dakwah ini, kecuali karena kasih sayang terhadap keluarga..." (Qs 42: 23)


3. Persoalan bahwa habib ada yang syiah dan sufi tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk meragukan keturunan Nabi. 


4. Apa salahnya jika ada habib yang sufi? Sufi adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah. Dan ajaran sufi tidak berlawanan dengan syariah. Karena sufi atau tasawwuf berpijak dari syariat.


Demikian artikel " Bantahan Atas Hujjah Ustadz Firanda Yang Mengatakan Keturunan Rasulullah SAW Tidak Ada "


Semoga artikel ini membawa manfaat dan menjadi renungan untuk kita semua, bahwa menjaga lisan serta belajar ilmu agama kepada ahlinya lebih utama.


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close