Perhatian Ulama Akhirat terhadap Puasa

PERHATIAN ULAMA AKHIRAT TERHADAP PUASA


Oleh : KH. Abdi Kurnia Djohan


فامّا علماء الأخرة فيعنون بالصحة القبول وبالقبول الوصول الى المقصود...


Sedangkan ulama akhirat memberikan perhatian terhadap diterimanya amal, dengan pelaksanaan ibadah yang benar. Selain itu juga memperhatikan sampainya amal (wushul) kepada tujuan.


ويفهمون انّ المقصود من الصوم التخلق بخلق من أخلاق الله عزّ وجلّ وهي الصمدية


Para ulama akhirat memahami bahwa tujuan dari puasa, memenuhi jiwa dengan salah satu sifat Allah azza wa jalla yaitu al-Shamadiyyah. 


Tentang tafsir kata Asshamadiyyah ini terdapat dua pandangan: 

$ads={1}

1. Para ulama Saudi menolak konsep al-shamadiyyah dan mengganggapnya sebagai bid'ah di dalam aqidah. 


2. Sedangkan ulama Syiah berpendapat bahwa makna kata al-Shamadiyyah merujuk kepada penjelasan Imam Ja'far al-Shādiq yang mengartikan al-Shamadiyyah sebagai sayyidul maqshud (pangkal dari semua tujuan) yaitu Allah. 


Dalam konteks pembahasan shaum di dalam kitab Ihya, makna al-Shamadiyyah yang dimaksud oleh Imam al-Ghazali, tampaknya lebih mengarah kepada sifat kebergantungan kepada Allah. Penegasan itu bisa dipahami dari kutipan Imam al-Ghazali tentang gambaran puasanya orang yang istimewa (khusus ul-khusus)..(Ithaf ul-Sâdat il-Muttaqin 4/417).


Wallahu a'lam bis shawab


Demikian artikel " Perhatian Ulama Akhirat terhadap Puasa "


Semoga bermanfaat


- Fordiasi, Forum Media Informasi - 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama