Solusi Ketika Galau Masalah Hidup Menurut Perspektif Islam

SOLUSI KETIKA GALAU MASALAH HIDUP MENURUT PERSPETIF ISLAM 


FORDIASI.COM | ISLAM - Sebagai manusia kita tidak lepas dari masalah. Salah satunya adalah masalah dalam kehidupan kita. Baik masalah pribadi ataupun masalah dengan keadaan. Masalah itu dari dosa, seseorang kecewanya berlebihan, itu dari dosa. Gelisah itu dari dosa, penyakit jasmani, rohani dan kehidupan kita, semua bermasalah itu, semuanya sebabnya dosa. Makanya tidak ada dosa yang baik, tidak ada dosa yang menghasilkan kebaikan, itu nggak mungkin. Dan tidak juga ada juga kebaikan yang menghasilkan keburukan. Maka awal dari kebaikan itu tinggalkan dosa. Jadi kalau dosa itu membuat hidup kita susah, jadi kalau kita punya banyak dosa tapi sedikit amal maka tidak seimbang antara bebannya dengan yang bisa menampungnya maka kahirnya Allah akan menguji kita.

$ads={1}

Banyak bertaubatlah sebelum terlambat, untuk berbuat kebaikan-kebaikan. Kita tidak tahu mana amal yang di ridhoi oleh Allah. Tapi kita harus berusaha untuk selalu melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh dan memberikan kebaikan-kebaikan kepada orang lain. Karena kita manusia tempatnya salah dan khilaf, tidak boleh merasa suci harus terus memperbaiki diri. 


Dengan begitu mari kita instropeksi diri kita, kita ubah kebiasaan yang tidak baik. Karena banyak sekali keajaiban atau kejutan dari Tuhan bagi hambanya yang beristiqomah dalam kebaikan. Mungkin banyak dari kalian semua yang bingung atau galau dengan masalah hidup baik harta, jodoh, saudara, dll. Banyak juga cara mengatasi masalah tersebut. 


Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau ;


1. Sabar


Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.


 2. Adukanlah semua itu kepada Allah


Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5). 


Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.

Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.


 3. Positive thinking


Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.

$ads={2}

 4. Dzikrullah (Mengingat Allah)


Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya

Sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).  

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita. 


Source : https://www.maspoll.com/


Demikian artikel " Solusi Ketika Galau Masalah Hidup Menurut Perspektif Islam "


Semoga bermanfaat


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama