Tanggung Jawab Seluruh Divisi Terhadap Reliability Plant

TANGGUNG JAWAB SELURUH DIVISI TERHADAP RELIABILITY PLANT


FORDIASI.COM | SAINS - Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan Tanggung Jawab Seluruh Divisi Terhadap Reliability Plant.


TANGGUNG JAWAB MANAGEMENT TERHADAP RELIABILITY PLANT


Management menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 11% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi reliability dari sisi Management:


1. Kebijakan yang diambil management tidak relevan dengan program reliability.

2. Penetapan Budget Opex dan Capex tidak sesuai dengan kebutuhan dari team Maintenance.

3. Key performance indek (KPI) yang ditetapkan management tidak relevan program reliability.


TANGGUNG JAWAB PROCUREMENT TERHADAP RELIABILITY PLANT

$ads={1}

Procurement menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 12% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi reliability dari sisi Procurement:


1. Pembelian spare part atau material MRO kwalitasnya tidak bagus. Hal ini terjadi jika ada pembelian dengan jenis, ukuran,dan fungsi yang sama tetapi material ada berbeda karena equivalent dan harga dibawah team procurement membeli part tersebut dan akibatnya life time dan masalah sering terjadi.

2. Kedatangan material/spare part tidak tepat pada waktunya.

3. Pemilihan vendor yang tidak tepat. Vendor yang tidak mempunyai kopetensi yang tepat dalam melakukan pekerjaan project mengakibatkan O&M akan bermasalah.


TANGGUNG JAWAB TEAM MARKETING/SALES TERHADAP RELIABILITY PLANT


Team Marketing/Sales menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 15% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi reliability dari sisi marketing/Sales:


1. Penjualan produk yang melebihi dari standar spesifikasi plant. Pengolahan produk yang melebihi dari standar qualitas,menyebabkan plant bekerja diluar batas kemampuanya sehingga life time equipment akan berkurang.

2. Delivery time produk tidak realistis. Pesanan Produk dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang pendek menyebabkan plant bekerja diluar standar normal operasi.

3. Penjualan produk tidak konsisten jumlahnya. Pengolahan produk yang tidak stabil kadang kecil dan kadang besar membuat kondisi plant tidak stabil.


TANGGUNG JAWAB TEAM MAINTENANCE TERHADAP RELIABILITY PLANT


Team Maintenance menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 17% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi reliability dari sisi maintenance:


1. Maintenance system yang tidak benar. Teknisi/tenaga skill dibiarkan menentukan bagaimana maintenance itu akan dilakukan tidak sesuai dengan SOP,sehingga kwalitas pekerjaan tidak sesuai yang diharapkan.

2. Planning & Scheduling maintenance tidak dilakukan dengan benar. Hal ini menyebabkan setiap pekerjaan tidak dapat terselesaikan sesuai dengan waktu dan kwalitas yang diharapkan.

3. PM & PdM tidak dilakukan dengan benar.


TANGGUNG JAWAB TEAM PLANT ENGINEERING/PROJECT TERHADAP RELIABILITY PLANT

$ads={2}

Team Plant Engineering/Project menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 22% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi reliability dari sisi engineering desain:


1. Desain yang tidak tepat. Sering kita jumpai setelah selesai commissioning plant tidak bisa berjalan sesuai dengan harapan dan banyak harus dilakukan modifikasi hal ini desebabkan karena factor desain awal yang tidak tepat,hal inilah yang menyebabkan reliability plant tidak sesuai harapan.

2. Modifikasi yang tidak tepat. Modifikasi didesain oleh orang yang bukan ahlinya sehingga hasilnya tidak sesuai harapan.

3. Dokumentasi yang tidak baik. Data teknikal drawing,bill of material,procedure pengoperasian,spare part list sangat dibutuhkan dalam O&M,jika data tersebut tidak lengkap maka proses O&M juga terganggu.


TANGGUNG JAWAB TEAM PRODUKSI TERHADAP RELIABILITY PLANT


Team produksi menurut referensi “Maintenance Engineering Handbook 7th edition, R. KEITH MOBLEY”mempunyai peran 23% dari seluruh masalah asset reliability,berikut ini beberapa hal yang menyebabkan reliability tidak tercapai:


1. Planning dan schedule produksi tidak benar,hal ini terjadi karena tidak selarasnya planning dari PPIC,Marketing dan maintenance.


Contoh: Planning &Schedule shutdown 3 bulan lagi karena sudah masuk running hours untuk service dan di informasikan ke PPIC kemudian disampaikan ke marketing dan disetujui, kemudian karena sesuatu hal shutdown dipercepat 1 bulan kemudian akhirnya spare part,persiapan manpower tidak terpenuhi yang mengakibatkan sesudah shutdown performance tidak sesuai target reliability.

2. SOP yang tidak benar dalam mengoperasikan mesin produksi.

3. Human Error operator produksi.


Ditulis oleh : SURATNO - Maintenance & Engineering Manager di PT. Energi Unggul Persada (KPN Corp)


Demikian artikel " Tanggung Jawab Seluruh Divisi Terhadap Reliability Plant "


Semoga bermanfaat


- Fordiasi, Forum Media Informasi - 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama