Pandemi, Menjadikan kesempatan para Pemimpin Perusahaan Untuk Mengoreksi Kepemimpinannya

PANDEMI, MENJADIKAN KESEMPATAN PARA PEMIMPIN PERUSAHAAN UNTUK MENGOREKSI KEPEMIMPINANNYA


FORDIASI.COM | INFORMASI - Pandemi, menjadikan para pemimpin harus lebih extra berfikir. disinilah letak "kepemimpinannya" di uji. sikap/kebijakan yang diambil menentukan nasib perusahaan dan karyawan-karyawannya.


Ada sebuah tulisan menarik, yang disampaikan oleh Peter Febian melalui laman facebooknya terkait hal diatas, berikut tulisannya :


Oleh : Peter Febian


“Aku udah gak ada rasa sama kamu…”


Coba bayangin kalo si dia ngomong begitu sama kamu... sakittt kan?


Sebenarnya sama juga dengan karyawan...

$ads={1}

Walaupun memang benar bahwa perusahaan bersifat rasional, transaksional, dan fungsional; namun isinya perusahaan kan manusia, dengan segala sifat alamiahnya sebagai manusia.


Perusahaan tentunya berharap agar para karyawan terbaiknya dapat loyal, produktif, dan memiliki keterikatan batin atau keterlibatan yg tinggi bersama kolega, atasan, dan anggota tim (Employee Engagement).


Namun, jika para karyawan berprestasi yang kontributif ternyata sudah "tidak ada rasa" atau apatis terhadap kantornya, bagaimana bisa kita harapkan produktivitas & loyalitas dari mereka?


Loyalitas adalah hal kasat mata. Namun apakah karyawan memiliki keterikatan batin atau keterlibatan emosional dengan perusahaan, itu adalah hal kualitatif yang harus terlebih dahulu dibangun di atas fondasi Hubungan Industrial (legal ketenagakerjaan) yang sinergis dan aspek Compensation & Benefit (remunerasi) yang adil; salah satunya melalui kolaborasi perusahaan bersama wagely.


Dua fondasi tersebut awalnya ditancapkan melalui kesadaran, kemauan, dan niat baik pemimpin tertinggi.


Selama dua fondasi ini belum terpenuhi, karyawan bisa saja kelihatannya loyal hanya karena membutuhkan gaji, ijazah ditahan, atau kuatir kena penalti jika mengundurkan diri...


...namun batin & pikirannya tidak terfokus membangun hal terbaik bagi perusahaan tempatnya bekerja.

$ads={2}

Adalah sia-sia belaka bagi kepemimpinan tertinggi & jajaran manajemen betapa pun rajinnya mengkampanyekan produktivitas & loyalitas, jika kebutuhan paling mendasar para karyawannya saja tidak terpenuhi.


Jika dua fondasi itu telah terpenuhi dengan baik, barulah kita semua bisa nyaman berbicara tentang bagaimana kultur kepemimpinan & kultur organisasi di situ dapat menjadi tanah subur bagi tumbuh-kembangnya integritas, kejujuran, transparansi, produktivitas, loyalitas, dan penghargaan terhadap karyawan berdasarkan prestasi & kontribusi; bukan berdasarkan sentimen pribadi, favoritisme, atau politik.


Begitu banyak pendiri, pemilik, atau pemimpin tertinggi perusahaan yg mengidamkan hal terbaik dari karyawannya, tanpa peduli betapa pentingnya perusahaan, organisasi, dan kepemimpinannya terlebih dahulu menyediakan rasa aman, rasa nyaman, dan keyakinan akan integritas kepemimpinan & kontinuitas organisasi ke depannya.


Padahal, jika para karyawan lebih dari sekedar loyal, alias menikmati pekerjaan, eksistensi diri, dan kebersamaannya; maka produktivitasnya akan meningkat dan dirinya lebih mudah dikembangkan untuk tahapan peningkatan karir berikutnya.


Efek jangka panjangnya akan terlihat dalam keuntungan perusahaan secara finansial, secara sistemik, maupun secara nama baik perusahaan / brand.


Pandemi ini justru merupakan kesempatan terbaik bagi para pemimpin perusahaan untuk mengoreksi banyak hal terkait sikap kepemimpinan, kultur organisasi, dan bagaimana cara mereka memperlakukan karyawannya selama ini.


Demikian informasi " Pandemi, Menjadikan kesempatan para Pemimpin Perusahaan Untuk Mengoreksi Kepemimpinannya "


Semoga bermanfaat...


Terima Kasih


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama