3 Jenderal Indonesia Berbintang Lima

3 JENDERAL INDONESIA BERBINTANG LIMA


FORDIASI.COM | INFORMASI - Kita tahu bahwa di dunia ini dalam jenjang kepangkatan di militer maupun kepolisian pangkat jenderal hanya sampai bintang 4, Namun ada Beberapa pengecualian khusus untuk mereka bertiga karena jasa dan prestasi yang luar biasa yang mereka berikan untuk bangsa Dan negara ini.


Inilah para jenderal Indonesia jenderal bintang 5


1. Jenderal Besar Sudirman



Jenderal besar raden Sudirman lahir pada 24 Januari 1916 dan meninggal pada 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Ia adalah perwira tinggi Indonesia pada masa revolusi nasional Indonesia. Menjadi panglima besar tentara republik Indonesia yang Pertama, ia secara luas di hormati di Indonesia.


Jenderal Sudirman menjadi buronan nomor satu saat bergerilya usai serangan agresi militer kedua Belanda Yang menghancurkan Yogyakarta pada 1948.

$ads={1}

Kematian Jenderal Sudirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman. Jenderal Sudirman terus dihormati rakyat Indonesia. Perlawanan gerilya nya di tetapkan sebagai sarana pengembangan Esprit de corps bagi tentara Indonesia.


2. Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution



Jenderal besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution lahir di kotanopan sumatera Utara pada 3 Desember 1918, dan meninggal di Jakarta pada 6 September 2000 di usia 81 tahun. Ia menerima pangkat kehormatan jenderal besar yang di anugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997.


Pada tahun 1940, Nazi Jerman Menduduki Belanda dan pemerintahan kolonial Belanda membentuk korps perwira cadangan yang menerima orang Indonesia. Jenderal Nasution Kemudian bergabung, karena ini adalah satu satunya cara untuk mendapatkan pelatihan militer. Seiring dengan beberapa orang Indonesia lainnya, ia dikirim ke akademi militer Bandung untuk pelatihan.


Jenderal Besar A.H Nasution merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban Adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, lettu Piere Tendean.


Jenderal Nasution Merupakan konseptor dwifungsi ABRI yang di sampaikan pada tahun 1958 yang kemudian di adopsi oleh pemerintah presiden Soeharto. Konsep yang di tawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil Namun pada saat yang sama, tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.


3. Jenderal Besar TNI Soeharto



Presiden kedua Indonesia ini lahir di dusun kemusuk, Desa argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul ,Yogyakarta pada tanggal 8 juni 1921 dan meninggal di Jakarta 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun.


Di Dunia internasional, terutama di dunia barat Jenderal Soeharto sering di juluki dengan julukan populer "The Smiling General" (Sang Jenderal Yang Tersenyum) karena raut mukanya yang selalu tersenyum.

$ads={2}

Karir militernya di mulai pada 1 Juni 1940, ia diterima sebagai siswa sekolah Militer di Gombong, Jawa tengah. Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, ia tamat sekolah dengan lulusan Terbaik dan menerima pangkat kopral. Ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.


Soeharto dilantik sebagai menteri panglima angkatan darat dan Segera membubarkan PKI dan ormasnya. Setelah diangkat sebagai panglima komando strategis angkatan  (Kostrad) pada 1 Mei 1963, ia membentuk komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban (Kopkamtib) untuk mengimbangi G-30-S yang berkecamuk pada 1 Oktober 1965.


Source: https://www.ferdy-info.xyz/


Demikian informasi " 3 Jenderal Indonesia Berbintang Lima "


Semoga bermanfaat...


Terima Kasih


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama