PAN Merapat ke Jokowi: Kami Tak Sudi dikaitkan Partai Ummat



FORDIASI.COM | JAKARTA - PAN mengungkap hubungan baik antara Ketum Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah bergabung dengan koalisi pemerintahan. PAN menyebut hubungan Zulha dan Jokowi sebagai 'cinta lama yang tumbuh subur kembali' atau CLBK.


“Pertama, perkuat jajaran di pemerintahan bersama partai koalisi agar bisa berkontribusi membangun bangsa dan negara melalui jalur pemerintah. Upaya pemerintah memberantas pandemi COVID-19 dan mempercepat program pemulihan ekonomi nasional harus mendapat dukungan serius agar masyarakat bisa kembali hidup dan bekerja secara normal,” kata wakil PAN Viva Yoga Mauladi saat menjelaskan alasan penggabungan PAN ke koalisi pemerintah, Kamis (26/8/2021).


Viva menjelaskan, sejak awal reformasi, PAN selalu menjadi partai yang menjadi koalisi pemerintah. Menjelang pemilihan presiden 2019, PAN keluar dari partai koalisi yang memerintah dan kader PAN, Asman Abnur, mundur dari kabinet karena pilihan pasangan calon presiden berbeda.

$ads={1}

"Kedua, masuknya PAN ke partai koalisi yang berkuasa secara historis merupakan sikap politik PAN sejak pemerintahan Presiden BJ Habibie pada 1999," kata juru bicara PAN.


Ketika Amien Rais menjadi presiden umum PAN periode 2005-2010, PAN menempatkan kader partai di kabinet, yaitu Hatta Rajasa (Menhub, kemudian Mensesneg) dan Bambang Sudibyo (Mendiknas). Viva mengatakan, hubungan baik Zulhas dengan Jokowi sudah terjalin sejak Jokowi masih solo walkot.


“Selanjutnya hubungan Bang Zulkifli Hasan dengan Pak Jokowi sudah terjalin baik sejak Pak Jokowi menjabat Walikota Solo hingga sekarang,” ujarnya.


Oleh karena itu, tidak mengherankan jika PAN saat ini bergabung dengan koalisi pemerintahan. Viva menggambarkan penyatuan PAN dalam koalisi sebagai "cinta lama yang tumbuh kembali".


“Pada masa jabatan pertama Pak Jokowi sebagai presiden, PAN dimasukkan sebagai partai koalisi pemerintahan. Dan kalau sekarang masuk kembali ya namanya CLBK (cinta lama mekar lagi) heh-heh-heh…” kata Viva . .

$ads={2}

"Jadi kalau dikaitkan dengan keberadaan Partai Ummat, maka seperti 'Jaka Sembung bawa parang,' heh-heh-heh..." tambahnya.


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama