Positif Covid, Warga Medan ini tetap bekerja karena tidak dapat bantuan dari Pemerintah


POSITIF COVID, WARGA MEDAN INI TETAP BEKERJA KARENA TIDAK DAPAT BANTUAN DARI PEMERINTAH


FORDIASI.COM | NEWS - Akun facebook bernama Benny Sitompul berkeluh kesah disalah satu kolom komentar postingan Fanspage Kementerian Kesehatan RI pada hari kamis (12/08/21).


Ia bercerita bahwa keluarganya ada yang terkena positif covid-19 namun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah sedikitpun. demi kelangsungan hidup diri dan keluarganya, akhirnya ia tetap bekerja seperti biasa walaupun ia tahu risikonya akan menularkan kepada orang lain.


Benny menyayangkan sikap dari pihak pemda kota medan yang begitu lambat dan tidak memperhatikan warganya yang terdampak Covid-19. Ia telah mengadu ke beberapa instansi pemerintah, salah satunya melalui kolom komentar fanspage Kementerian Kesehatan RI, namun tidak pernah ditanggapi dan digubris.


" Keluarga kami ada yg positif covid, bantuan apapun tidak ada dr pemerintah. Yasudah demi kelangsungan hidup tetap keluar rumah untuk bekerja seperti biasa, biarkan mau tertular ke orang lain atau bagaiman. Karena jika tdk kerja maka gaji tidak dibayar, mau makan apa anak2 nya dan istrinya. Mana ini respon pemda kota medan, Kepling kami sangat2 pasif dalam hal sosial, mau mengadupun gak pernah di gubris. Kalaupun komentar ini tidak di respon baik juga, berarti sia2 lah semua upaya presiden utk menangani pandemi ini, karena pejabat daerahnya pun tak mau perduli " Ujar Beni Sitompul melalui kolom komentar Postingan Fanspage Kementrian Kesehatan RI.

 

Ketika tim fordiasi coba bertanya perihal laporannya kepada instansi pemerintah. ia menjawab bahwa telah melapor kepada Ketua RT setempat, namun tidak ada tindakan sama sekali. Benny merasa kesal dan kecewa, sebab lingkungan RT sebelahnya mendapatkan bantuan sembako, sedangkan lingkungan tempat tinggalnya tidak mendapatkan apa-apa sama sekali.

$ads={1}

Ia sudah mencoba bertanya kenapa bisa berbeda peraturan, padahal masih dalam satu komplek perumahan yang sama? namun ketua RT di tempat tinggalnya tidak menjawab apa-apa. ketika ketua RT datang ke rumahnya ia berharap mendapatkan informasi ataupun bantuan mengenai sembako, namun ternyata hanya melakukan pendataan vaksinasi.


Ia juga tidak mengetahui kontak dari satgas covid sebab minimnya informasi. Ia juga telah mengirimkan Whatsapp ke Kementrian Kesehatan perihal vaksin, namun tak ada respon hingga saat ini. melihat dari apa yang dialami oleh Benny, ia merasa curiga atas kasus covid yang terjadi, apakah benar ada ataukah tidak? sebab ia telah melapor ke berbagai instansi namun tak kunjung di gubris dan mendapatkan jawaban yang puas.


" Kepling tdk ada tindakan apa2. Kami kan dalam 1 komplek terbagi 2 lingkungan jadi ada 2 Kepling, Kepling sebelah warganya ada dpt bantuan sembako, sedangkan lingkungan kami tidak ada dapat apa2 samasekali, kami bertanya2 kenapa bisa beda peraturan, padahal masih dalam 1 komplek, tapi Kepling kami tidak ada jawab apa2, malah dia dtg semalam hanya mendata siapa2 saja yg belum vaksin, ditanya bansos dia malah bergumel.

Dan satgas covid pun kami tdk tau kontaknya. Saya sudah beberapa kali kirim WA ke KEMENKES perihal vaksin pun tidak ada responnya. Bagaimana ini sebenarnya, apa benar covid ini ada atau memang benar hanya konspirasi, kami sudah mulai mempercayai semua aturan pemerintah, tp para perangkat desa ini tdk mau perduli, lurah pun tidak ada tindakan utk turun langsung ke warganya. Khususnya lurah kami, lurah titipapan " Jawab Benny ketika ditanya oleh tim fordiasi.com

 

Semoga saja ada respon dari pemda setempat.

$ads={2}

Saling bersinergi untuk Indonesia lebih sehat!


(H/S)


Terima Kasih


- Fordiasi, Forum Media Informasi - 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama