Terungkap Kasus Korupsi Rp 4,3 M di Pegadaian Makassar


FORDIASI.COM | MAKASSAR - Ditkrimsus Polda Sulawesi Selatan mengungkap tindak pidana korupsi Kredit Cepat Aman (KCA) di Pegadaian Cabang Parangtambung Kota Makassar. Total kerugian mencapai Rp 4,5 miliar dari pemalsuan dokumen kendaraan untuk menarik dana.


"Terdapat laporan adanya tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan produk Pegadaian Kredit Cepat Aman (KCA) dengan jaminan kendaraan bermotor dengan kerugian negara sebesar Rp 4,3 miliar pada tahun 2019," kata Kapolres Sulawesi Selatan. Kabag Humas Kombes Pol E Zulpan. di Mapolres Sulawesi Selatan, Kamis (26/7/2021).


Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima tersangka berinisial SM, UA, H, MS dan YG. SM diketahui pernah menjabat sebagai direktur Pegadaian Cabang Parangtambung pada 2019. Belakangan, UH menjabat sebagai estimator.


“Kemudian seingat saya, peran itu melegakan, Saudara SM adalah pimpinan yang memiliki tugas dan tanggung jawab memutuskan permohonan KCA. Ia tetap menyetujui permohonan 29 nasabah KCA yang diketahui memiliki jaminan kendaraan roda empat. , dengan BPKB palsu. dokumen,” jelasnya.

$ads={1}

SM dipandang mewaspadai pemalsuan dan membantu terjadinya korupsi. UA bertindak sebagai estimator dan membuat penilaian yang tidak sesuai dengan harga barang dagangan.


“H yang merupakan vendor untuk mencari nasabah untuk mengajukan kredit. Dari nasabah yang meminjam KTP dan memastikan nasabah sudah dikenali dan menerima aliran dana dari KCA. Pihak swasta lainnya sudah menyiapkan 29 jaminan kendaraan”, ujar.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Anak Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 KUHP.

$ads={2}

“Jadi modus pengajuan KCA adalah menjamin identitas nasabah warga yang KTP-nya dipinjamkan, serta meminta jaminan kendaraan roda empat dan memalsukan bukti kepemilikan BPKB, agar dana dicairkan. .", kata. dijelaskan.


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama