Tips Agar Kamu Tidak Multitasking Dalam Bekerja

TIPS AGAR KAMU TIDAK MULTITASKING DALAM BEKERJA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Istilah multitasking di dunia kerja sudah tidak asing dikalangan pegawai perusahaan. Banyak perusahaan yang menuntut setiap karyawannya agar dapat multitasking (serba bisa) dalam arti " dapat menghandel lebih dari 1 pekerjaan/diluar jobdesc nya ".


Biasanya, perusahaan yang menuntut untuk bekerja multitasking adalah perusahaan-perusahaan kecil - menengah. Mau tidak mau, bisa tidak bisa, ketika kita telah masuk bekerja, kita harus dapat beradaptasi dan mengikuti kemauan manajemen perusahaan.


Ada juga perusahaan yang membuat kebijakan bahwa karyawan harus siap untuk di mutasi (ke posisi lain) jika dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, banyak karyawan yang mengeluh atas kebijakan ini, sebab mereka mengatakan " ini diluar daripada jobdesk kita / diluar daripada perjanjian kerja kita dan berbagai macam argumentasi lainnya ".

$ads={1}

Riffa Sancati, salah seorang influencer di platform linkedin membagikan salah satu tips bagaimana kamu bekerja dengan tidak multitasking, yuk disimak selengkapnya di bawah ini :


Oleh: Riffa Sancati


Masih tentang ribut-ribut soal job description.


Ada yang complain kerja jadi finance staff merangkap HR.

Atau tim operasional merangkap salesman.

Atau fotografer plus editor plus conceptor plus copywriter plus social media manager.


Apakah ada yang salah dari semua itu? Menurut saya pada umumnya ini bukan soal salah dan benar melainkan soal pilihan.


Jika ingin kerja jadi finance staff tanpa merangkap HR atau posisi-posisi lainnya, maka pilihlah perusahaan yang sudah besar di mana jumlah tugas yang harus dikerjakan oleh finance staff sudah sangat banyak sehingga nggak bisa lagi dicampur-campur dengan pekerjaan HR. Bahkan di dalam tim finance itu sendiri akan terbagi-bagi lagi ke dalam subdivisi yang lebih kecil.


Sama halnya dengan tim kreatif. Perusahaan fotografi yang sudah sangat besar misalnya. Ada beberapa orang yang tugasnya hanya mengambil foto, hanya editing foto, bahkan ada pula yang tugasnya hanya jadi pengarah gaya. Beda dengan perusahaan fotografi yang masih kecil di mana fotografernya mengerjakan proyek fotografi dari awal hingga akhir.


Memangnya kenapa sih perusahaan kecil itu suka mencampur-campur job description? Ya sederhana saja sih: karena beban kerjanya belum terlalu banyak. Jika satu orang hanya diberikan satu tugas layaknya perusahaan besar maka mayoritas pegawai di perusahaan itu akan sering magabut dan perusahaan malah akan sulit bertumbuh karena beban gajinya sudah terlalu besar untuk perusahaan yang angka penjualannya masih relatif kecil.


Jadi sekali lagi: itu semua sifatnya pilihan kita sebagai pekerja dan masing-masing pilihan selalu punya plus-minusnya tersendiri.


Kerja di perusahaan yang sudah tidak lagi mencampur aduk job description memang bisa membantu kita untuk lebih fokus. Ini cocok buat pekerja yang sudah tahu ingin berkarier di bidang apa. Tapi opsi ini kurang cocok untuk pekerja yang masih ingin mengeksplorasi berbagai jenis job description karena merasa belum menemukan “the one”. Jangan sampai kita fokus mengembangkan hanya satu jenis keahlian yang kemudian malah tidak terpakai karena ingin banting setir ke bidang lain yang tidak pernah kita coba sebelumnya.

$ads={2}

Plus-minus seperti ini yang harus kita sadari sejak sebelum menerima tawaran pekerjaan. Ingat bahwa tiap jenis perusahaan punya karakteristiknya masing-masing. Jangan mengeluhkan sesuatu yang seharusnya sudah bisa kita identifikasi sejak awal. Dan kalaupun pekerjaan itu terpaksa kita terima karena tidak ada perusahaan lain yang mau menerima kita, hal itu tetap bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Jika kita sudah menerima gajinya, kita juga harus menerima tanggung jawab lengkap dengan segala konsekuensinya.


Make your choice and be responsible with it.


Demikian informasi " Tips Agar Kamu Tidak Multitasking Dalam Bekerja "


Semoga bermanfaat...


Terima Kasih


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama