5 Keadaan Zona Nyaman di Tempat Kerja


5 KEADAAN ZONA NYAMAN DI TEMPAT KERJA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Sering kali kita mendengar, bahwa kita harus keluar dari zona nyaman, karena zona nyaman membuat kita lalai, abai, atau terbuai dengan kenyamanannya.


Ya, itu memang sangat mungkin terjadi, kalau kita melihat zona nyaman sebagai suatu keadaan yang membatasi potensi diri untuk terus berkembang.


Tapi, apakah zona nyaman selalu berkonotasi demikian? Bagaimana kalau ada perspektif lainnya tentang zona nyaman ini? Yang mungkin, Anda sendiri punya versi zona nyaman yang berbeda.


Seiring saya mengamati perjalanan karir profesional maupun bisnis setiap orang yang unik dan kaya akan wawasan dan pengalaman, maka saya bisa menyimpulkan 5 hal ini terkait Zona Nyaman:

$ads={1}


1. Zona nyaman akan pencapaian


Ada zona nyaman karena seseorang sudah mencapai titik tertentu dan menghasilkan jumlah tertentu. Sah-sah saja, dan memang wajar ada kepuasan atas pencapaian itu. Zona nyaman versi ini menunjukkan bahwa seseorang telah puas, atau cukup atas pencapaian hidupnya.


2. Zona nyaman terkait value/kontribusi


Ada zona nyaman ketika seseorang telah memiliki nilai yang memberi dampak pada organisasi maupun banyak orang. Bagi seseorang seperti ini, tentunya peranan dan kontribusinya yang memberikan nilai dan dampak positif bagi orang lain, memberinya kenyamanan batin, perasaan, maupun pikiran.


3. Zona nyaman kombinasi value & pencapaian


Wah, ini adalah zona nyaman impian, ketika kita mampu memberi suatu nilai yang berdampak baik bagi banyak orang, dan di saat yang bersamaan, kita mampu meraih pencapaian atau penghasilan yang memuaskan.


4. Zona nyaman kebimbangan


Ini adalah zona nyaman yang umumnya terjadi pada kita yang mengalami keadaan stuck, dan bingung mau melakukan hal apa. Biasanya, ini terjadi karena kita terjebak rutinitas. Ya, nyaman dalam rutinitas sehari-hari.

$ads={2}


5. Zona nyaman dalam ketidakmungkinan


Ada pula orang-orang yang mengalami fase kehidupan yang tak mudah, sehingga berdampak padanya yang mengalami zona nyaman dalam ketidakmampuan, ketidakbisaan. Maka, ia akan selalu merasa tidak mampu, kesulitan, dan tidak mau mencoba hal-hal yang membuatnya berkembang. Ia merasa nyaman dengan ketidakmampuannya.


Wah, ternyata banyak juga ya versi dari Zona Nyaman. Sekali lagi, ini kesimpulan yang saya buat.


Setiap dari kita tentunya memiliki versi zona nyamannya tersendiri.


Namun, apapun perbedaan versi kita, ada satu prinsip yg sama: yaitu hidup kita akan berharga jika kita terus bergerak dan terus berkembang. Setiap orang bisa bergerak dimulai dari zona nyamannya, dan berangkat dari situ untuk terus berkembang.


Bagaimana dengan Anda? Yang manakah zona nyaman versi Anda?


Oleh: Dr. Zulfikar Alimuddin  | Chief Executive Officer at PT. Cipta Daya Inovasi (CD)


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama