Contoh Kasus: Penilaian Perpanjang masa Probation terhadap Karyawan


CONTOH KASUUS: PENILAIAN PERPANJANGAN MASA PROBATION TERHADAP KARYAWAN


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Kisah ini terjadi di tahun 2000-an, diangkat dari pengalaman dan pengamatan saya saat bekerja sebagai karyawan.


Nama dan latar belakang kejadian disamarkan.


Bau tembakau yang terbakar menguar mengiringi asap yang tak berhenti keluar dari mulut Amir. Dia sendirian saja di smoking room. Kawan-kawan “sebat”-nya sudah masuk ke ruangan kerja lagi.

$ads={1}


Hari itu, Jon, salah satu timnya mengakhiri masa probation. Jon masuk menggantikan posisinya, karena Amir naik menggantikan bosnya yang resign. Selama 3 bulan probation, performace sales Jon sangat jelek, hanya mencapai 60% dari target. Prestasi divisi Amir juga ikut melorot ke bawah. Amir juga mengamati bahwa usaha Jon tidak segigih dia saat menduduki jabatan itu.


Sebagai atasan Jon, Amir harus memutuskan: menyatakan Jon gagal, atau memperpanjang masa probation.


Amir menekan puntung rokoknya ke asbak dengan sekuat tenaga lalu bergegas ke ruangan. Ketika melewati cubicle Jon, Amir memintanya untuk mengikuti.


Setelah berbicara cukup lama mengenai hasil sales Jon, Amir berkata, “Jon, kamu tidak lolos probation.”


Jon tampak syok, lalu memohon-mohon agar masa probation diperpanjang sambil berjanji akan memperbaiki hasil sales-nya.


“Saya sudah pernah 2 kali memperpanjang masa probation. Yang pertama, orangnya tetap gagal. Yang kedua, setelah probation diperpanjang, dia malah resign karena diterima bekerja di tempat lain. Kalau probation kamu saya perpanjang, kamu adalah orang ketiga. Gak ada jaminan kamu akan berhasil. Kalau kamu gagal juga atau resign, performance saya jelek.”

$ads={2}


Sekali lagi Jon memohon dengan sangat agar masa probation diperpanjang.


Oleh: Agus Tjahjoadi, Business Coach | Vision Corp. | bit.ly/BisnisSepenuhCinta | Provide coaching for those who want to be enterpreneur


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close