Karyawan dan Atasan Harus memiliki Sikap yang Dewasa

KARYAWAN DAN ATASAN HARUS MEMILIKI SIKAP YANG DEWASA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Dalam dunia kerja, pasti pernah bertemu dengan atasan yang tidak suka dengan kita. walaupun pekerjaan yang kita lakukan telah maksimal, tetap saja dipandang sebelah mata bahkan dianggap tidak bekerja dengan baik.


Ada sebuah kisah yang dibagikan oleh Mr. Ang Harry Tjahjono melalui akun Linkedinnya, berikut kisahnya...


Oleh: Mr. Ang Harry Tjahjono, General Manager Human Capital & Corporate Affairs at PT Salam Pacific Indonesia Lines

Seorang manager begitu emosi menggebrak meja di depan meeting dengan direkturnya. Didalam ruang meeting hanya ada 3 orang, tapi tetap saja tidak bisa dibenarkan.

$ads={1}


Karena bolak balik disalahkan. Apa saja pekerjaan yang dikerjakan pasti salah (meskipun dia mati-matian perbaiki). Dan puncaknya gebrakan meja itu tadi, sambil mengatakan "saya berhenti".


Anyway, emosi yang ditahan seperti bola salju yang semakin besar dan akhirnya meledak.


Saat pulang dari kantor, manager tersebut menyesal telah melakukan hal tersebut (menggebrak meja + bilang berhenti). Karena emosi maka pekerjaan hilang. Setelah dipikir, tambah menyesal karena kebutuhan keluarga sangat banyak.


Akhirnya dalam situasi yang tenang, dan 1 malam berpikir.


Besoknya dia menghadap direkturnya. Dan meminta maaf atas kejadian kemarin. Serta memohon agar bisa diperbolehkan bekerja.


Karena pride, direkturnya menolak saat itu. Manager tersebut tidak putus asa "memohon". Short story, setelah 2 hari berpikir, direktur tersebut merubah pikiran tetap mempekerjakan manager tersebut.

$ads={2}


Lihat didalam share diatas.


Emosi berperan, Pride berperan.


Manager sudah membuang pride, saat sudah sadar dan "calm down", dia bisa kembali ke nalar. Meminta maaf dan memohon dipekerjakan kembali.


Sementara direkturnya merasa tersinggung (disini faktor pride), tapi setelah selang beberapa hari, saat berpikir jernih, dia bisa mengesampingkan pride dan memberikan kesempatan ke 2.


Dan hubungan keduanya saat ini setelah kejadian itu, menjadi sangat baik. Performance menjadi good. Team juga lebih baik.


Hanya setipis itu beda keputusan yang dihasilkan antara "saat emosi" dan "saat calm down".


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close