Budaya gak enakan di kalangan pekerja


BUDAYA GA ENAKAN DI KALANGAN PEKERJA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Barusan saya baca tulisan mas Gusti Arohman yang mengingatkan saya tentang alasan kenapa budaya nggak enakan itu sebetulnya nggak bagus buat karier kita.


Yang pertama soal kebiasaan mengikuti suara mayoritas tanpa terlebih dahulu membagikan ide yang kita miliki. Padahal bisa saja ide kita itu lebih bagus dan suara mayoritas itu akan menjadi milik kita. We’ll never know until we really share what we have in mind.

$ads={1}


Kemudian kebiasaan nggak enakan mengkritik keputusan atasan. Di ruang meeting iya-iya saja tapi lalu ngedumel di belakang sampai kemudian tertangkap basah oleh atasan. Akhirnya, kritik yang harusnya bisa bersifat membangun malah berpotensi merusak hubungan baik dengan atasan.


Saya kasih bonus satu contoh lagi: nggak enakan untuk tanya langsung. Karena takut merepotkan atau takut dianggap bodoh misalnya. Akibatnya jadi banyak pakai asumsi dan cocoklogi yang seringkali malah tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.


Can’t you see it know? Budaya nggak enakan itu tidak membuat situasi kerja menjadi lebih enak buat kita dan tim yang kerja bareng kita. Jadi jangan dinormalisasi! Biasakan berkomunikasi secara proaktif dan terbuka langsung kepada orang yang bersangkutan.

$ads={2}


Oleh: Riffa Sancati | Entrepreneur I The Lens Story | Cerita Media I Book Author - The Little Handbook for Big Career


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close