Globalisasi: Pengertian, Masalah Sosial dan Cara Mengatasinya


GLOBALILASI: PENGERTIAN, MASALAH SOSIAL DAN CARA MENGATASINYA


FORDIASI.COM | SAINS - Perubahan akibat globalisasi merupakan permasalahan yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.


Dampak globalisasi dapat dilihat melalui fenomena sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, suka atau tidak suka, masyarakat harus mengikuti tren luar negeri.


Di era globalisasi, kehidupan manusia akan selalu datang tanpa ada yang bisa mencegahnya.


Saat ini banyak sekali permasalahan sosial akibat globalisasi baik lokal maupun nasional.


Pengertian globalisasi


Globalisasi merupakan salah satu aspek dari siklus kehidupan manusia yang muncul akibat kemajuan perkembangan di bidang ilmu pengetahuan.


Pengertian globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berdampak bahwa pembatasan geofrafis pada kondisi sosial budaya menjadi terabaikan yang terwujud didalam kedasaran individu.

“Menurut Malcom Waters”.


Jadi, pada hakekatnya globalisasi mengarah pada suatu proses perubahan bentuk komunikasi manusia. 


Di era globalisasi saat ini, kita dituntut untuk bisa menghasilkan sesuatu yang baru, bukan diam saja.


Hal ini menjadi tantangan bagi siapa saja, terutama kaum milenial, yang hidup di era globalisasi.


Namun dalam beberapa kondisi, globalisasi menimbulkan masalah sosial yang menghalangi manusia untuk berinteraksi satu sama lain.


Masalah sosial akibat globalisasi di tingkat lokal


Proses globalisasi membuat banyak komunitas nasional atau lokal bergabung dalam rantai perdagangan dan pertukaran ide dalam skala global dan dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan transnasional yang melintasi batas antar negara.


Di sisi lain, proses globalisasi tidak bisa dihindari, sehingga memicu serangkaian masalah di tingkat lokal.


Contoh masalah sosial akibat globalisasi di tingkat lokal adalah:

$ads={1}


1. Pembangunan cenderung bersifat ekonomi


Globalisasi ini pada dasarnya memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sistem kapitalis, masalah sosial yang muncul di tingkat lokal biasanya terkait dengan pembangunan.


Pembangunan yang terencana cenderung bersifat ekonomi, guna memenuhi kebutuhan menjawab persaingan yang ketat di era globalisasi yang telah mengabaikan beberapa bidang lainnya.


Akibatnya, beberapa orang menjadi sangat kaya dan yang lain sangat miskin.


2. Dominasi perekonomian oleh pemilik modal


Globalisasi juga disertai dengan persaingan yang ketat di bidang ekonomi.


Di sisi lain, dengan sistem kapitalis liberal, membuka peluang besar bagi investor untuk memenangkan persaingan.


Agar investor lain menjadi lebih dominan di bidang ekonomi. Wajar jika ada kesenjangan sosial dan ekonomi yang lebih menonjol.


3. Rusaknya tatanan sosial lokal dan nasional


Masalah sosial berikutnya akibat globalisasi adalah rusaknya tatanan sosial, lingkungan alam, bahasa dan budaya lokal atau nasional.


Kearifan lokal dan nilai-nilai luhur yang ada di berbagai daerah mudah tergerus akibat dampak globalisasi.


Tantangan akibat globalisasi di tingkat lokal dan nasional


Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, dan integrasi ekonomi menimbulkan berbagai tantangan di tingkat lokal maupun nasional.


Membuat berbagai bidang kehidupan terkena dampak globalisasi.


Untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi di tingkat global, perlu dihadapi secara memadai agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat.


Berikut ini adalah contoh tantangan akibat globalisasi yang dihadapi oleh kelompok-kelompok di tingkat lokal atau nasional, antara lain:


1. Sikap Individualisme


Ketika rasa solidaritas atau kesetiakawanan sosial sudah mulai hilang, hal itu disebabkan semakin banyaknya masyarakat yang individualistis.


Alasan lainnya adalah karena mereka merasa dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain, sehingga mengakibatkan putusnya hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya.


2. Sikap konsumerisme


Konsumerisme menunjukkan sikap yang mengutamakan keinginan daripada kebutuhan.

$ads={2}


Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku konsumen adalah gaya hidup, tuntutan gaya hidup dan akibat persaingan yang semakin ketat antara produsen lokal dan internasional dalam memasarkan produknya.


Hal ini membuat masyarakat konsumtif tidak lagi memiliki pola pikir untuk bersaing, akibatnya masyarakat lebih memilih menjadi pekerja daripada menciptakan lapangan kerja.


3. Sikap neokolonialisme


Negara berkembang dan mandiri, tetapi tatanan sistem ekonomi dan politiknya ditentukan oleh pihak asing.


Meski zaman penjajahan ini sudah lama berlalu, namun pada kenyataannya penjajahan masih terjadi di berbagai bidang kehidupan.


Mereka yang memiliki modal besar dan dekat dengan kekuasaan tertinggi merasa lebih mudah untuk mencapai segalanya, seperti mengeksploitasi sumber daya alam.


Akibatnya, kerusakan lingkungan terjadi di mana-mana tanpa harus melakukan roboisasi atau penanaman kembali hutan.


4. Memudarnya apresiasi terhadap budaya bangsa


Komunikasi dan interaksi yang terjadi lintas batas negara berpotensi menimbulkan sikap tidak menghargai budaya bangsa sendiri.


5. Diversifikasi komunitas


Munculnya kelompok masyarakat dengan profesi tertentu di berbagai bidang yang terus bersaing untuk mencapai tingkat kesejahteraan internasional.


Kekuatan pendorong utama adalah keinginan untuk memperluas bisnis. Semakin besar usaha, semakin besar hasilnya.


6. Pandangan kritis terhadap ideologi bangsa


Jumlah pemikiran yang tidak percaya pada ideologi bangsa semakin cepat, karena sekarang orang sedang memilah mana yang benar dan mana yang salah.


Memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap ideologi bangsa menciptakan kelompok-kelompok yang sangat ingin memecah belah bangsa ini.


7. Permintaan untuk daya saing yang lebih besar


Tingkat persaingan yang semakin sulit di era globalisasi ini menuntut masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.


Jika dilihat dari segi pendidikan sumber daya manusia di tanah air, masih tertinggal jauh dari negara lain.


8. Kenakalan anak di bawah umur


Dibutuhkan seseorang untuk berprestasi di bidang pendidikan agar bisa mandiri dan melihat peluang bisnis yang ada di sekitarnya.


Namun kenakalan remaja yang terjadi akibat globalisasi merusak generasi bangsa akibat seringnya tawuran, bergabung dengan geng motor, dll.


Bagaimana cara mengatasi dampak negatif globalisasi


Ada beberapa cara untuk mengatasi dampak negatif globalisasi yaitu sebagai berikut:


  1. Menciptakan sistem keamanan yang ketat di pintu masuk negara Indonesia.
  2. Melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat tentang globalisasi.
  3. Melacak berita di jejaring sosial yang biasa dikonsumsi masyarakat.
  4. Penciptaan kesempatan kerja melalui penggunaan pekerja rumah tangga.


Jadi, dari penjelasan-penjelasan yang disampaikan, nampaknya permasalahan sosial globalisasi perlu penanganan yang baik.


Meski membawa sesuatu yang baru, di sisi lain berdampak serius terhadap hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat.


Demikian pembahasan mengenai permasalahan akibat globalisasi, semoga bermanfaat bagi anda semua.


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama