Jual Trotoar sebagai Lapak Dagangan, Wanita ini di Bully


FORDIASI.COM | VIRAL - Pedagang Kaki Lima atau yang dikenal dengan istilah PKL adalah penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersialnya di atas daerah milik jalan (DMJ/trotoar) yang (seharusnya) diperuntukkan bagi pejalan kaki.


Tak heran, jika pedagang kaki lima kerap kali terkena gusur oleh satpol PP setempat karena tidak adanya izin dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku atas fungsional sarana bagi pejalan kaki.


Disalah satu grup facebook yakni " JUAL BELI KEMAYORAN DAN SEKITARNYA ", ada salah satu akun facebook bernama Annisa Malik berniat untuk menjual lapak dagangan kaki limanya senilai Rp. 6,000,000,- pada hari sabtu (03/10/21).

$ads={1}


Annisa menuturkan, bahwa lapak seharga 6 juta tersebut dapat di tempati seumur hidup tanpa membayar apapun kembali di kemudian hari nanti.


Di jual lapak di johar baru 1.5 x 1.5m bagus untuk jualan apa saja. Harga 6jt untuk seumur hidup. Hemat, bayar hanya 1x punya lapak seumur hidup Lokasi persis depan NICE SO , sangat strategis dan sangat ramai sekali " Ujarnya

 

Banyak komentar yang mengkritik atas postingan yang ia terbitkan. Pasalnya, banyak anggota grup facebook merasa tidak logis (masuk akal), sebab bagaimana bisa trotoar yang sebagai sarana umum bagi pejalan kaki di jual belikan dan dijadikan tempat bisnis komersil pedagang kaki lima, apalagi nominal tersebut terbilang cukup besar.


Anehnya lagi, ia mengatakan bahwa lapak yang di tempatinya beli kepada pengurus sekitar serta ada kwitansi dan perjanjiannya.


" Mantap trotoar di jual.. " Ujar Rifki Andriansyah

" pak, saya juga beli sama pengurus sekitar, skg mau saya jual. Kwitansi dan perjanjiannya ada " Jawab Annisa Malik


" Waduuuhh trotar di jual, besok gw jual kuburan kawi2 ah" Ujar Rusmaniago

" Emng itu tanah punya mba ya? Jualan di trotoar 6 juta seumur idup, Nnti klo ada apa2 ga ada yg tanggung jawab " Ujar Rhaka Tirta Dwi Bangga

$ads={2}


Namun tak sedikit yang membela atas lapak yang di posting oleh Annisa.


" ente ngomong begitu karna ente bukan pedagang kaki lima coba.maka nya percuma juga ane jelasin kalo ente bukan pedagang mah ga bakal ngerti... " Ujar Putra Ardiyansyah

" hahahahaha anda bertanya sejak kapan woy bangun sejak dri nenek moyang gua trotoar udeh dijadi kan tempat berjualan mungkin sebelum lo lahir jga trotoar udeh dijadi kan tempat jualan hahahahhaa lo baru keluar dri goa yak mangkanya kaga faham apa2

Dan satu lagi kalau lo bertanya soal izin ya pasti ada izin lah kalau gk ada izin gk mungkin disepanjang jalan orang bebas berjualan jadi kalau lo gk faham tentang dagang kaki lima mending lo diam aje gk usah sok2 pinter deh lo, sok2 nanya sertifikat segala lo kira mau bli tanah pake sertifikat ini bukan urusan lo jadi jangan ngomen kek orang sok2 pintar dah kalau gk faham cukup lo diam aja, toh kalau gk dapat izin gk mungkin ribuan orang berdagang ditrotoar ya pasti ada izin lah dri pemerintah setempat, itu dagang ditrotoar gitu jga bayar iyiuran bro " Ujar Ravael Raveal

 

Mirisnya, lapak yang dijual tersebut ternyata tidak resmi dan tidak memiliki izin dari pemerintah setempat. ditambah lagi, terlihat jelas ada jalur (jalan) bagi penyandang tuna netra, namun ditutup oleh gerobak-gerobak pedagang kaki lima. mau tidak mau, pejalan kaki dan penyandang tuna netra harus melangkahkan kakinya ke bahu hingga ke tengah jalan untuk melewati jalan tersebut sebab adanya PKL dan kendaraan bermotor yang di parkirkan.


Bagaimana menurut pendapatmu sobat Fordiasi?


Yuk komentarnya...


( H/S )


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama