Kualitas Seorang Recruiter dilihat dari Kapabilitasnya


KUALITAS SEORANG RECRUITER DILIHAT DARI  KAPABILITASNYA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Kandidat Recruiter Terbang yang saya interview ini masih terbilang muda, usianya belum genap 30 tahun, levelnya supervisor, saat ini dia report langsung ke GM, tidak ada atasan level manager di atasnya


Sebenarnya di beberapa organisasi hal ini biasa. Tapi saya terkilik untuk mengetahui pengaruh susunan struktur organisasi itu pada pekerjaannya.


Sebut saja namanya Aida


"Jadi atasan Mbak Aida handle apa saja?"


"All Spectrum in HRGA Bu, sama HSE juga" jawabnya


"Ada berapa orang yang report ke beliau?"


"3, seharusnya 5, tapi karena Pandemi, dipertahankan 3 orang saja, termasuk saya." jawabnya


"Yang Manager GA merangkap pegang HSE, HR Operation dipegang sama Manager yang satu lagi. Saya satu-satunya Supervisor yang report langsung ke GM, handle Training dan Recruitment." tambahnya


"Ok, Mbak Aida handle recruitment dari level apa sampai level apa?" Tanya saya lagi


"Dari Operator sampai Manager Bu" Jawabnya

$ads={1}


"Oke, untuk Recruit level Manager berarti Usernya level GM?"


"Ya Bu, level GM dan Direktur."


"Siapa yang komunikasi dengan user-user tersebut tentang detail requirements atau profil kandidat yang sedang diproses?"


"Saya Bu" Jawabnya


"Bukan GM Anda?" Selidik Saya


"Bukan Bu, Tasks beliau sudah sangat banyak. Untuk Recruitment sampai level manager sudah beliau serahkan sepenuhnya pada saya."


Saya mengangguk "Kita ngobrol sebagai sesama Recruiter ya" senyum saya


"Ada banyak Recruiter yang mengalami kesulitan untuk berdiskusi dengan user, karena perbedaan level yang cukup jauh. Ada beberapa User yang cenderung kurang menanggapi Recruiter yang secara level dan usia di bawah level dan usianya. Apakah Mbak Aida pernah menghadapi situasi yang sama?"


"Tentu saja pernah Bu." jawabnya. "Sampai dicuekin habis pun pernah"


 "Lalu apa yang Mbak Aida lakukan?"


"Saya bertahan Bu, tetap saya kejar, tetap saya tungguin." Jawabnya


"Kenapa?"

$ads={2}


"Yang pertama, karena itu sudah tanggung jawab saya. Mau di anggap remeh atau tidak, atasan saya sudah menyerahkan pekerjaan itu pada saya. Yang kedua, karena saya bukan orang yang sekedar terima order, terima perintah lalu kerjakan. Kadang User juga nggak ngerti apa yang mereka butuhkan, saya perlu ngobrol sama mereka, untuk memastikan saya mencari kandidat yang tepat. Lalu kalau soal profil kandidat, itu juga perlu untuk diobrolkan. Ada sejumlah User yang gak bisa nyambung dengan laporan interview tertulis, habis interview, saya biasanya bawa hasil interview tertulis saya ke ruangan mereka, dan diskusi langsung, baru mereka nyambung. Atau kalau mereka lagi jadwal WFH, saya langsung laporkan besoknya, saat mereka masuk"


Saya menchecklist 3 kotak checklist di laporan hasil interview saya. Di samping 3 kotak checklist itu, ada 3 kalimat deskripsi kepribadian yang saya temukan dalam diri mbak Aida, dari jawaban-jawabannya pada interview tadi yakni :


1. Accountable

2. Initiative

3. Drive for Excellence


Oleh: MILKA SANTOSO | Recruitment Consultant


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama