Menerapkan Sistem WFA (Work From Anywhere)


MENERAPKAN SISTEM WFA (WORK FROM ANYWHERE)


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Beberapa teman-teman saya antusias menyambutnya, walau mereka bukan karyawan PWC.


"Itu baru bagus Mil, gw males bermacet-macet lagi pas pergi dan pulang kerja." Kata yang satu.


"gw sekarang udah gak bisa kerja lagi mil, kalo gak cuma pake celana pendek" kata yang lain.


Remote working memang sudah lama dianggap sebagai suatu benefit yang diinginkan karyawan. Sebagai suatu hal yang dapat dipakai untuk attract talent. Bahkan pernah ada beberapa kasus kandidat yang tidak mau join, kalau tidak remote working, dan hal ini terjadi bahkan sebelum terjadinya pandemi.


Kemacetan jalan, lamanya waktu tempuh, kurangnya transportasi public yang memadai, punya lebih banyak waktu bersama keluarga, hanyalah beberapa alasan dari mengapa remote working itu diinginkan karyawan.

$ads={1}


Namun remote working bukan hanya diinginkan oleh karyawan. Survei PWC Indonesia April lalu juga menunjukkan sekitar 50% dari para pemimpin bisnis di Indonesia, yang menjadi responden mereka dalam survey itu, juga ingin mempermanenkan remote working.


"Tergantung perusahaannya kali ya Mil, kalau di tempat gw, belum bisa full WFH" Ucap teman saya, orang HR.


Saya mengangguk, memang kenyataannya tidak semua pekerjaan dapat di WFH kan, dan tidak semua company siap untuk mempermanenkan WFH untuk karyawannya.


Kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi adalah salah satu alasannya.


"Atasan saya suka ghosting bu" ujar salah satu mentee saya, " selalu susah dicari di saat-saat penting" sambungnya.


Belum pakemnya Rencana kerja dan indikator keberhasilannya menjadi alasan lain.


Kurangnya tanggung jawab karyawan ketika bekerja tanpa pengawasan, adalah issue yang berbeda.


Oleh sebab itulah, saya lebih menyarankan kepada teman-teman #jobseeker untuk membangun diri, agar bisa WFA (Work From Anywhere), kerja dari mana saja.

$ads={2}


Di kantor oke, di rumah oke, di Cafe oke, di kantor klien oke, di lapangan oke.


Karena preferensi kita akan mempengaruhi besarnya opportunity yang kita miliki.


Untuk meningkatkan Opportunity, kita harus menurunkan preferensi kita, salah satunya dalam hal kesiapan kita bekerja dari mana saja.


Latihlah diri kita untuk bekerja, baik dengan maupun tanpa pengawasan. Milikilah inisiatif dan self motivation. Jadilah orang yang bukan hanya mau belajar, tapi juga cepat belajar. Percayalah: kemampuan beradaptasi dengan keadaan adalah kemampuan yang sudah ditanam Tuhan di dalam diri manusia.


Anda percaya?


Oleh: MILKA SANTOSO | Recruitment Consultant


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close