Omiai: Tradisi Perjodohan Orang Jepang


OMIAI: TRADISI PERJODOHAN ORANG JEPANG


FORDIASI.COM | INFORMASI - Apa kabar semua? Kali ini kita akan kembali membahas seputar Jepang. Untuk kalian para jomblo mungkin tertarik dengan pembahasan kali ini. Kita akan membahas tentang tradisi perjodohannya orang Jepang, Omiai.


Perjodohan sudah ada sejak lama, setiap bangsa di dunia mengenal yang namanya perjodohan, tentunya dengan sebutan yang berbeda-beda pula. Orang-orang Jepang juga mengenal tradisi perjodohan yang mereka sebut Omiai.


Omiai (お見合い) memiliki arti “berjumpa dan tatap muka.” Konsepnya tidak jauh berbeda dengan perjodohan pada umumnya, yaitu dengan mempertemukan calon pasangan untuk melihat kecocokan mereka dan jika cocok, mereka akan segera menikah.

$ads={1}


Pada zaman modern ini, tradisi-tradisi perjodohan, termasuk Omiai ini, memang sudah mulai ditinggal, tapi masih ada yang tetap mempertahankannya. Salah satu alasan masih ada orang Jepang mempertahankan tradisi Omiai ini adalah adanya citra buruk yang diberikan kepada seorang wanita yang sudah memasuki usia ideal untuk menikah (di Jepang usia ideal untuk menikah adalah 25-30 tahun), tapi tidak segera menikah.


Proses Omiai dimulai ketika seseorang atau pihak keluarganya mendaftar ke biro atau agen yang mengatur Omiai dengan memberikan data diri. 


Setelah mendaftar, kemudian dilakukan pencarian calon pasangan, biasanya si ibu akan banyak terlibat dalam proses-proses ini. Setelah ditemukan calon pasangan yang sekiranya cocok, akan diatur pertemuan pertama yang diikuti oleh para calon pasangan dan keluarganya. 


Pada pertemuan pertama tersebut, kedua belah pihak akan bertukar informasi dasar dan melihat kecocokan mereka. Jika mendapat respon positif, akan diadakan pertemuan kedua dan seterusnya yang hanya dihadiri oleh pasangan itu untuk lebih saling mengenal. Setelah benar-benar yakin dan siap, mereka akan segera menikah.


Keluarga sangat dilibatkan dalam proses Omiai. Itu karena mungkin pasangan yang diperoleh dari Omiai ini akan mengurus mertuanya yang sudah tua nanti sehingga diperlukan kecocokan dengan pihak keluarga calon pasangan juga.

$ads={2}


Lalu, apakah pasangan yang dihasilkan dari Omiai bisa langgeng? Jawabannya iya, tingkat perceraian pernikahan hasil Omiai lebih rendah daripada pernikahan dengan jodoh yang dipilih sendiri.


Mungkin cukup sekian pembahasan kita kali ini. Sampai jumpa lagi di lain waktu.


Oleh: Ksatria, Ruang Pengetahuan


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama