Pentingnya Employer Branding di Perusahaan


PENTINGNYA EMPLOYER BRANDING DI PERUSAHAAN


"Bu... kenapa sih kita susah banget cari orang" keluh Boss muda salah satu perusahaan klien. "Padahal yg mau cari kerja kan banyak"


Saya mengangguk "Betul, tapi yang cari kerja, punya kualifikasi sesuai dengan lowongan Bapak, dan mau masuk perusahaan Bapak tidak banyak" Ungkap saya.


Beberapa opening position yang sedang mereka cari memang di senior manager level, adalah reasonable kalau mereka mewajibkan pengalaman di industri sejenis.


Namun meskipun mereka sudah pasang iklan di sejumlah job portal, tapi hampir tidak ada lamaran dari kandidat perusahaan sejenis yang masuk.


Termasuk ketika mereka meminta bantuan kami sebagai Recruitment Consultant mereka. Kandidat yang kami proses, memutuskan mengundurkan diri, begitu mereka tahu nama perusahaannya.


Permasalahannya bukan karena perusahaan mereka tidak terkenal, justru nama perusahaan mereka terkenal di kalangan profesional di industri mereka. Namun sayangnya, dikenal secara negatif.

$ads={1}


KPI yang tidak masuk di akal, jam kerja yang terlalu ketat, atasan yang suka memaki di depan umum, hanyalah beberapa di antara negatif image yang dimiliki perusahaan tersebut.


"Jadi kami harus bagaimana?" Tanya Boss muda dengan lesu. Saya tahu posisi beliau juga sulit. Meski beliau adalah direkturnya, tapi di bawah beliau masih ada beberapa senior management yang benar-benar senior, orang-orang yang ikut papanya boss muda, dari pertama kali perusahaan berdiri.


Mereka itulah yang membuat suasana kerja jadi tidak nyaman dengan pola pemikiran mereka sendiri. Boss muda bukannya tidak berani berkonfrontasi dengan mereka, tapi boss muda tahu: berkonfrontasi dengan mereka, akan membawa konfrontasi antara dia dengan papanya, yang sudah sakit-sakitan di rumah. Suatu hal yang sangat beliau hindari saat ini.


"Apakah Bu Milka gak bisa bantu untuk Employer Brandingnya?" Tanya Beliau


Saya menggeleng, "Yang bisa mengubah Employer Branding hanya perusahaan itu sendiri Pak. Kita gak bisa pakai Buzzer, influencer, atau apapun namanya untuk menaikkan atau mengubah employer branding kita"


"Your best Employer Brand Ambassador sebenarnya employee Anda sendiri. Jika karyawan puas, enjoy bekerja di perusahaan Anda, dengan sendirinya mereka akan membangun Employer Branding itu dengan loyalitas mereka, kebanggaan mereka, ataupun senyuman dan kata-kata mereka saat ketemu karyawan kompetitor di tempat tender." Lanjut saya lagi.

$ads={2}


"Sebelum Bapak mengubah suasana kerja di dalam, jangan terlalu berharap dapat mengubah Employer Branding perusahaan Bapak di luar" Pungkas Saya.


Beliau mengangguk.


Hard choices, tapi memang beliau harus memilih. Dan ingat, sekalipun beliau memilih untuk memperbaiki Employer Brandingnya, usaha itu tetap butuh waktu, akan tetap ada perjalanan panjang dan pergantian kalender yang harus ditempuh. Namun demikian it's worth it, karena positif employer branding hanyalah bagian dari efek dominonya, terwujudnya lingkungan kerja yang kondusif menurut saya jauh lebih berharga.


Jika Anda menjadi Boss Muda, apa yang akan Anda lakukan?


Oleh: MILKA SANTOSO | Recruitment Consultant


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama