Quetzalcoatl: Sang Dewa Venus Suku Aztek


QUETZALCOATL: SANG DEWA VENUS SUKU AZTEK


FORDIASI.COM | INFORMASI - Apa kabar semua? Tak terasa bulan Ramadhan tinggal menyisakan beberapa hari. Kali ini bahasan saya tidak ada hubungannya dengan bulan Ramadhan (lagi). Setelah postingan terakhir saya tentang Kimono dan Yukata, kita langsung melompat menuju ke benua Amerika.


Saya kali ini ingin membahas sedikit tentang Quetzalcóatl. Awas saat baca jangan sampai lidahnya keseleo. Banyak dari kalian mungkin asing dengan nama ini atau di antara kalian ada yang pernah mendengarnya, mungkin di game, anime, film, novel, atau karya fiksi lainnya.


Quetzalcóatl atau disebut juga Ce Acatl, Ehécatl, Feathered Serpent, Kukulcán, One Reed. Quetzalcóatl adalah salah satu dewa utama dari para dewa Meksiko kuno. Penggambarannya sebagai ular berbulu (Feathered Serpent) telah ada sejak Peradaban Teotihuacan (abad ke-3 sampai ke-8 M) di dataran tinggi tengah. Saat itu, Quetzalcóatl disembah sebagai dewa tumbuhan — dewa bumi dan air yang terkait erat dengan dewa hujan Tlaloc.

$ads={1}


Dengan datangnya suku-suku penutur bahasa Nahua dari utara, penyembahan Quetzalcóatl mengalami perubahan drastis. Selanjutnya, Budaya Toltec (abad ke-9 hingga ke-12), yang berpusat di kota Tula, yang menyukai perang dan pengorbanan manusia guna ritual penyembahan benda-benda langit. Quetzalcóatl dijadikan dewa bintang pagi dan malam, dan kuilnya menjadi pusat upacara keagamaan di Tula. Sebagai dewa bintang pagi dan malam, Quetzalcóatl menjadi simbol dari kematian dan kebangkitan.


Pada zaman Aztec (abad ke-14 hingga 16) Quetzalcóatl dipuja sebagai pelindung para pendeta, penemu kalender dan buku, pengerajin emas dan pengrajin lainnya. Dia juga diidentikkan dengan planet Venus. Bersama temannya Xolotl, dewa yang digambarkan berkepala anjing, ia dikisahkan telah turun ke neraka bawah tanah Mictlan untuk mengumpulkan tulang-tulang orang zaman dulu yang telah mati. Tulang-tulang itu dia urapi menggunakan darahnya sendiri, melahirkan manusia yang menghuni alam semesta sekarang.


Salah satu kisah penting menggambarkan Quetzalcóatl sebagai imam sekaligus raja Tula, ibu kota Toltec. Dia tidak pernah melakukan pengorbanan manusia, hanya ular, burung, dan kupu-kupu. Namun, dewa langit malam, Tezcatlipoca, mengusirnya dari Tula menggunakan sihir hitam. Quetzalcóatl mengembara ke pantai "air dewa" (Samudera Atlantik) dan kemudian membakar dirinya sendiri, kemudian muncul sebagai planet Venus. Menurut versi lain, dia naik rakit yang terbuat dari ular dan menghilang ke timur.


Legenda kemenangan Tezcatlipoca dibandingkan dengan Ular Berbulu mungkin lebih mencerminkan fakta sejarah. Pada abad pertama peradaban Toltec yang didominasi oleh budaya Teotihuacán, dengan cita-cita berasal dari pemerintahan imamat yang damai. Tekanan dari para pendatang dari utara menyebabkan revolusi sosial dan agama, pemerintahan militer merebut kekuasaan dari para pendeta. Kekalahan Quetzalcóatl melambangkan jatuhnya teokrasi klasik. Pelayarannya ke timur mungkin dihubungkan dengan invasi Yucatán oleh Itzá, suku yang menunjukkan ciri-ciri Toltec yang kuat. Nama kalender Quetzalcóatl adalah Ce Acatl (One Reed). Meyakini bahwa dia akan kembali dari timur pada suatu tahun One Reed untuk memimpin kedaulatan Aztec Montezuma II menghadapi penakluk Spanyol, Hernán Cortés dan rekan-rekannya sebagai utusan ilahi, karena tahun 1519, tahun di mana mereka mendarat di pantai Teluk Meksiko, merupakan tahun One Reed.

$ads={2}


Selain penggambarannya sebagai ular berbulu, Quetzalcóatl juga sering direpresentasikan sebagai pria berjanggut, dan, sebagai Ehécatl, dewa penguasa angin, ia digambarkan mengenakan topeng dengan dua tabung yang menonjol (tempat angin bertiup) dan topi berbentuk kerucut khas orang Huastec dari Meksiko tengah dan timur. Kuil Quetzalcóatl di Tenochtitlán, ibu kota Aztec, adalah bangunan bundar, bentuk yang sesuai dengan kepribadian dewanya sebagai Ehécatl. Kuil melingkar diyakini menyenangkan Ehécatl karena tidak menghambat angin. Monumen berbentuk bundar sering dibangun di wilayah Huastec.


Quetzalcóatl memerintah menggunakan nama ehécatl, yang berarti angin selama rangkaian 13 hari dari kalender ritual kedelapanbelas. Dia juga sebagai dewa kesembilan dari 13 dewa siang. Meskipun secara umum, ia dianggap sebagai salah satu dewa utama, tidak ada bulan ritual yang didedikasikan untuk pemujaannya.


Sebagai dewa pembelajaran, menulis, dan buku, Quetzalcóatl secara khusus dihormati di Calmecac, perguruan tinggi agama yang diapit oleh kuil-kuil, tempat para calon pendeta dan anak-anak bangsawan dididik. Di luar Tenochtitlán, pusat pemujaan Quetzalcóatl ada di Cholula, di wilayah dataran tinggi yang disebut Mesa Central.


Mungkin cukup sekian itu pembahasan saya tentang Quetzalcóatl. Sampai jumpa lagi pada kesempatan berikutnya.


Oleh: Ksatria, Ruang Pengetahuan


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama