Terkena PHK adalah awal dari jalan Kesuksesan


TERKENA PHK ADALAH AWAL DARI JALAN KESUKSESAN


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - PHK adalah sebuah momen yang tidak diinginkan oleh setiap karyawan. banyak faktor yang menyebabkan seorang karyawan terkena PHK di kantornya. dari indisiplin, perusahaan colabs ataupun disaat pandemi seperti saat ini.


Mr. Wisudho Harsantodi laman linkedinnya membagikan tulisan mengenai "AKHIR ITU UNTUK MENGAWALI  ", berikut tulisannya:


"Ikut prihatin ya, dengar berita kamu ter-PHK!" lanjutannya toxic positivity :" Semua akan indah pada waktunya, dijalani saja!" Ngomong sih gampang. Yang menjalani termehek2 penuh bimbang.


"Kamu gak salah apa2 kok dipaksa resign oleh bad-bossmu! Percayalah, nanti ada hikmah untuk kebaikanmu!" Iya, hikmahnya nanti. Sakitnya sekarang ini.

$ads={1}


"'Kamu kalah sama politisi-kantor sebaya. Kerjanya mengklaim prestasimu ya. Percayalah, mereka akan menderita kehilangan besar!" Iya, penghiburan yang membesarkan hati. Tetap saja nyesek saat melakoni.


Ada yang pernah terima narasi penghiburan:" Tuhan punya rencana lebih baik untukmu, yang belum kamu ketahui!" Dan itu benar adanya. Ini sebagian daftar pengakuan nyata dari mereka2 yang tak sengaja berjumpa.


"Dulu dipaksa resign karena nikah teman sepabrik. Background food-QC saya pakai bikin produk awetan buah lokal. Saya beri brand ini. Dari kota kecil ini, produknya sudah tersedia jadi oleh2 hingga propinsi" Saya terkejut. Oleh2 favoritku itu dari mantan karyawanku. Lalu kita ngobrol saat transisi yang challenging itu.


"Pak, saya yang jemput di bandara. Lama tidak jumpa, setahun lebih. Dulu saya anak GA nakal yang suka ngomprengin mobil pool. Perintah bapak dari HO untuk resign-paksa. Sekarang saya kelola 10 unit mobil sewa untuk pool pabrik2 sekitar sini. Akibat dipecat, jadi pengusaha." Berdua terbahak. Lalu cerita periode transisi gelap saat itu.

$ads={2}


"Zaman downsize, dipaksa pindah dari akunting ke sales. Bahasanya halus, ambil paket atau mutasi. Waktu itu saya nego. Saya coba mutasi 3 bulan dan bapak coaching, kalok gak kuat ambil paket. Boleh ya?" Memang waktu itu saya mengiyakan proposal unik anak ini.


Bertemu lagi di lobby kantorku berikutnya. Dia janjian mau sales pitching produk B2B. "Ternyata aku lebih menjiwai Sales ketimbang Akunting. Momen switching itu tak bakal lupa" Lanjut cerita masa transisi berdarah2 makan hati.


"Setelah divisi kita bapak habisi, gak sampai 2 bulan saya dan tim gabung lagi di company yang baru buka. Ternyata daftar kita2 yang terPHK bapak share ke boss baru saya ya? Tim kita kumpul lagi langsung gaspol. Salam dari anak2!" Sumringah!


Jangan tanya sedihnya harus tutup operasional, tatkala kinerja sedang maksimal. Keputusan si prinsipal. Awkward banget waktu ngejalani. Sekarang sih hepi.


Banyak lagi cerita2 serupa. Dari driver hingga senior manager. Ternyata akhir sebuah episode adalah awal episode baru. Bisa sangat berbeda jalurnya. Beda mindsetnya. Tetap bisa bahagia di tempat berbeda. Sama2 bahagia, hanya berbeda. Baik2 saja. Gak usah banding2in kenangan lama.


Ternyata, yang buruk rupa super-ugly itu masa transisi, saat melakoni. Lagi sedih2 dan perasaan roller coaster. Eh, dihibur2 nasihat positif thinking yang gak works banget. Yang diperlukan sekurang2nya empati. Sebaik2nya ya beri solusi.


Ah, unconscious-incompetent situation. Niatnya empati, tapi disebeli. Gak nyadar diri. Seberapa sering kamu kayak gini?


Oleh: Wisudho Harsanto | Growth Enabler | Career Coach & Mentor | #provokata


(H/S)


- Fordiasi, Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama