13 Daftar Pemain Liga Indonesia yang mendapatkan Sanksi dari PSSI dan FIFA


13 DAFTAR PEMAIN LIGA INDONESIA YANG MENDAPATKAN SANKSI DARI PSSI DAN FIFA


FORDIASI.COM | INFORMASI - Beberapa bulan terakhir ini, kanca persepakbolaan Indonesia sedang ricuh dengan berbagai macam permasalahan. dari Indisiplin pemain, pengaturan skor dan keputusan wasit yang tidak objektif dalam memutuskan perkara di lapangan.


Beberapa berita yang sedang hangat yaitu mengenai pelanggaran pemain yang membuat dirinya dikenakan sanksi berat dari komisi disiplin (komdis) PSSI.


Melalui artikel ini, kami akan bagikan informasi kepada sobat fordiasi mengenai Daftar Pemain Liga Indonesia yang mendapatkan Sanksi dari PSSI dan FIFA, berikut daftarnya :


1.  Mursyid Effendi ( Persebaya Surabaya ) sanksi Seumur Hidup



Pemain asal Surabaya itu mencetak gol bunuh diri saat Indonesia menghadapi Thailand di Piala Tiger 1998 (pendahulu Piala AFF).


Saat itu, pada 31 Agustus 1998, Indonesia menghadapi Thailand di laga pamungkas Grup A. Meski saat itu kedua negara sudah sama-sama merebut tiket ke babak semifinal, pertandingan ini tetap penting dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemenang dan juara grup A


Baik Indonesia maupun Thailand saat itu ingin menghindari tuan rumah Vietnam, yang lolos ke semifinal Tiger Cup 1998 untuk pertama kalinya.

$ads={1}


Singkat cerita, baik Indonesia maupun Thailand harus kalah untuk menghindari menghadapi Vietnam. Situasi skuad Garuda saat itu lebih pelik, karena hasil imbang melawan tim Gajah Putih masih membuat Widodo Cahyono Putro dan kawan-kawan bertemu tuan rumah.


Saat pertandingan Indonesia melawan Thailand dimulai, kedua tim sejak awal pertandingan sudah memainkan sepakbola negatif. Tidak ada gairah untuk kemenangan seperti biasanya.


Namun, pertandingan berlanjut dengan gol. Hingga menit ke-90, ada empat gol yang tercipta dengan kedudukan 2-2.


Banyak cerita yang terjadi selama keikutsertaan Indonesia di Piala AFF. Salah satu cerita menarik yang akan diulas adalah tentang gol bunuh diri Mursyid Effendi.


Nama Mursyid Effendi menjadi salah satu nama yang mencoreng wajah sepak bola Indonesia dengan berlaga dalam seragam rojiblanco di pentas internasional.


Hasil imbang 2-2 membuat Indonesia menghadapi Vietnam di semifinal. Namun sesaat sebelum pertandingan usai atau saat injury time, sebuah kejadian tak terduga terjadi.


Mursyid Effendi sengaja menendang bola ke gawang Kurnia Sandy. Gol bunuh diri pun tercipta dan kedudukan berubah menjadi 2-3 untuk memberi keunggulan bagi Thailand.


Alhasil, Indonesia lolos dari babak penyisihan grup sebagai runner-up dan menghadapi Singapura di semifinal. Sayangnya, di babak semifinal, pasukan Garuda dikalahkan Singa dengan skor 1-2.


Hukuman FIFA


Pasca kejadian memalukan itu, PSSI berusaha mencairkan suasana usai Piala Tiger 1998 dan memastikan tidak terjadi apa-apa dengan sepak bola Indonesia.


Namun, FIFA tidak tinggal diam dan menyelidiki insiden tersebut. Setelah diselidiki, matriks sepak bola dunia itu menjatuhkan denda 40 ribu dolar AS kepada PSSI.


Mursyid Effendi menerima hukuman terberat. FIFA melarangnya dari sepak bola internasional seumur hidup.


Dampak dari hukuman ini juga berpengaruh pada karir Effendi. Sedikit demi sedikit karirnya menurun hingga akhirnya pensiun pada tahun 2008.


Bahkan setelah pensiun, Effendi tidak mengikuti jejak rekan-rekannya yang memilih terjun ke dunia kepelatihan. Ia memilih untuk membangun bisnisnya di daerah tempat tinggalnya, Surabaya.


2.  Stenley Mamuaya ( Psir Rembang ) Sanksi Seumur Hidup


Wasit kembali menjadi sasaran empuk para pesepakbola ketika merasa tidak puas dengan hasil pertandingan, salah satunya Persibom Bolaang Mongondow melawan PSIR Rembang pada 2008 silam.


Saat itu para pemain PSIR tidak terima dengan kepemimpinan wasit Muzair Usman. Beberapa pemain juga dipukul seolah-olah dibombardir dengan bahan mentah dan juga diinjak-injak.


Komdis PSSI pun menindak tegas insiden biadab tersebut. Semua pemain PSIR mendapat sanksi, dengan Stanley Mamuaya menerima hukuman paling berat.


Mantan bintang Arema itu dijatuhi hukuman skorsing seumur hidup karena ikut serta dalam sepak bola Indonesia. Karena terbukti telah melakukan kekerasan terhadap wasit.


3.  Krisna Adi ( PS Mojokerto ) Sanksi Seumur Hidup 




Krisna pertama kali menjadi pusat perhatian publik karena melakukan tendangan penalti kontroversial dalam pertandingan Aceh United vs PS Mojokerto Putra di babak kedua Liga 2 2018. 


Saat itu, tendangannya di menit ke-88 diduga mengarah jauh dari gawang. Akibat penalti tersebut, Aceh United akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor 3-2. 


Kresna sudah tiga kali dipanggil oleh Komdis PSSI, namun tidak pernah hadir. Dalam situasi ini, melalui kesaksian berbagai pihak dan bukti-bukti yang ada, Kresna tetap dinyatakan bersalah. Komdis PSSI sebenarnya sudah tiga kali mengirimkan panggilan pemeriksaan kepada Krishna, namun sang pemain tidak hadir satu kali pun.


Berdasarkan keterangan berbagai pihak dan bukti-bukti yang ada, PSSI menyatakan Krishna bersalah. PSMP dan Krishna divonis dengan berbagai pasal. Menurut Asep, mereka melanggar pasal 72 dan pasal 141 Kode Disiplin PSSI. Asep menambahkan, Komdis PSSI memiliki alat untuk memberikan penilaian, serta memperoleh analisis dan bukti kebenaran skor.


Komdis juga memiliki kendali yurisprudensi atas penyelesaian kasus pengaturan skor yang telah diakui oleh AFC dan FIFA.


4. Eka Dwi Susanto ( perserang ) Sanksi 5 tahun dan denda 60 juta



Perserang sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengaturan skor yang dialami timnya ke PSSI. Laporan tersebut disampaikan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari berbagai pihak dan lain-lain.


Dalam keterangan resmi Perserang beberapa waktu lalu, disebutkan pihak luar yang masih menjadi misteri meminta para pemain untuk merelakan berbagai pertandingan di Liga 2, seperti melawan Perekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.


Para pemain yang terlibat juga telah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.

$ads={2}


Usai persidangan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Komdis menghukum enam orang yang terbukti bersalah. Sanksi diberikan sesuai dengan kode disiplin PSSI 2018.


Salah satu yang terkena sanksi yakni Eka Dwi Susanto dengan hukuman 5 tahun tidak boleh bermain dan denda Rp. 60 Juta rupiah


5.  Fandy Edy ( perserang ) sanksi 4 tahun dan denda 20 juta



Perserang sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengaturan skor yang dialami timnya ke PSSI. Laporan tersebut disampaikan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari berbagai pihak dan lain-lain.


Dalam keterangan resmi Perserang beberapa waktu lalu, disebutkan pihak luar yang masih menjadi misteri meminta para pemain untuk merelakan berbagai pertandingan di Liga 2, seperti melawan Perekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.


Para pemain yang terlibat juga telah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.


Usai persidangan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Komdis menghukum enam orang yang terbukti bersalah. Sanksi diberikan sesuai dengan kode disiplin PSSI 2018.


Salah satu yang terkena sanksi yakni Fandy Edy dengan hukuman 4 tahun tidak boleh bermain dan denda Rp. 20 Juta rupiah


6.  Ade Ivan Hafilah (perserang) sanksi 3 tahun dan denda 15 juta



Perserang sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengaturan skor yang dialami timnya ke PSSI. Laporan tersebut disampaikan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari berbagai pihak dan lain-lain.


Dalam keterangan resmi Perserang beberapa waktu lalu, disebutkan pihak luar yang masih menjadi misteri meminta para pemain untuk merelakan berbagai pertandingan di Liga 2, seperti melawan Perekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.


Para pemain yang terlibat juga telah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.


Usai persidangan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Komdis menghukum enam orang yang terbukti bersalah. Sanksi diberikan sesuai dengan kode disiplin PSSI 2018.


Salah satu yang terkena sanksi yakni Ade Ivan Hafilah dengan hukuman 3 tahun tidak boleh bermain dan denda Rp. 15 Juta rupiah


7.  Ivan Julyandi ( perserang ) sanksi 2 tahun dan denda 10 juta


Perserang sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengaturan skor yang dialami timnya ke PSSI. Laporan tersebut disampaikan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari berbagai pihak dan lain-lain.


Dalam keterangan resmi Perserang beberapa waktu lalu, disebutkan pihak luar yang masih menjadi misteri meminta para pemain untuk merelakan berbagai pertandingan di Liga 2, seperti melawan Perekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.


Para pemain yang terlibat juga telah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.


Usai persidangan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Komdis menghukum enam orang yang terbukti bersalah. Sanksi diberikan sesuai dengan kode disiplin PSSI 2018.


Salah satu yang terkena sanksi yakni Ivan Julyandi dengan hukuman 2 tahun tidak boleh bermain dan denda Rp. 10 Juta rupiah


8.  Aray Suhendri ( Perserang ) sanksi 2 tahun dan denda 10 Juta



Perserang sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengaturan skor yang dialami timnya ke PSSI. Laporan tersebut disampaikan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari berbagai pihak dan lain-lain.


Dalam keterangan resmi Perserang beberapa waktu lalu, disebutkan pihak luar yang masih menjadi misteri meminta para pemain untuk merelakan berbagai pertandingan di Liga 2, seperti melawan Perekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.


Para pemain yang terlibat juga telah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.


Usai persidangan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Komdis menghukum enam orang yang terbukti bersalah. Sanksi diberikan sesuai dengan kode disiplin PSSI 2018.


Salah satu yang terkena sanksi yakni Aray Suhendri dengan hukuman 2 tahun tidak boleh bermain dan denda Rp. 10 Juta rupiah


9. Achmad Hisyam Tolle ( Psim Jogyakarta ) Sanksi 5 Tahun



Hukuman terberat jatuh pada Tolle. Komdis membekukan Tolle dari aktivitas sepak bola selama lima tahun.


Tolle dinyatakan bersalah setelah memukuli pemain Persis Solo M. Shulton dan mengintimidasi fotografer Goal Indonesia Budi Cahyono.


Akibat hukuman ini, Tolle terancam pensiun dini pada usia 25 tahun. Kesabaran dibutuhkan Tolle jika ingin melanjutkan karirnya di sepak bola profesional sambil menunggu skorsing Komdis PSSI berakhir.


10. Todd Rivaldo Ferre ( Persipura ) sanksi 1 tahun




Pemain Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre dilarang bermain selama 12 bulan. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman ini atas perilaku buruk para pemainnya.


Todd tidak bermain saat Persipura menghadapi Tira Persikabo pada pekan ke-13 BRI Liga 1 2021, Senin (22/11/2021). Selidiki, ternyata pemain bernomor punggung tersebut baru saja mendapat sanksi dari Komdis PSSI.


Sanksi yang diterima Todd diketahui dari informasi di situs PT LIB. Todd melewatkan pertandingan karena skorsing 12 bulan.


11. Pieter Rumaropen ( persiwa wamena ) Sanksi 1 tahun dan Denda Rp. 100 Juta




Sanksi untuk pemain Persiwa Wamena Edison Pieter Rumaropen terkait kasus pemukulan wasit berubah. Ia akhirnya hanya dijatuhkan skorsing satu tahun setelah sebelumnya dihukum seumur hidup.


Keputusan itu diambil oleh Komisi Banding PSSI setelah memproses pengajuan banding yang dilakukan oleh pihak Persiwa maupun pemain yang bersangkutan.


Sebelumnya Pieter dilarang bermain seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI setelah dinyatakan bersalah memukul wasit Muhaimin sampai cedera, di pertandingan timnya melawan Pelita Bandung Raya di Stadion Siliwangi, Bandung, pada 21 April lalu.


Selain pemotongan masa skorsing, Pieter juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 100 juta


12. Septinus Alua ( persiba ) sanksi 6 bulan




Septinus Alua (Persiba Balikpapan) dihukum berat oleh Komdis atas tindakan kekerasannya terhadap wasit.


Septinus disebut-sebut melakukan protes pelanggaran dan memukul wasit saat pertandingan Liga 2 antara Persatu Tuban melawan Persiba pada 14 September.


Karena pelanggaran disiplin, Septinus dijatuhi hukuman enam bulan larangan aktivitas sepak bola di lingkungan PSSI.


13. Oktovianus Maniani ( persewar ) sanksi 6 bulan




Oktovianus Maniani (Persewar Waropen). dihukum berat oleh Komdis atas tindakan kekerasannya terhadap wasit.

Sementara itu, Okto divonis bersalah atas pelanggaran menusukkan gagang bendera ke perut wasit saat pertandingan Mitra Kukar versus Persewar pada 6 September 2019.

Karena pelanggaran disiplin, Okto dijatuhi hukuman enam bulan larangan aktivitas sepak bola di lingkungan PSSI.

Demikian informasi mengenai " 13 Daftar Pemain Liga Indonesia yang mendapatkan Sanksi dari PSSI dan FIFA "

Semoga bermanfaat

(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close