3 Tips penting dalam Seleksi Kandidat Karyawan di Tempat Kerja


3 TIPS PENTING DALAM SELEKSI KANDIDAT KARYAWAN DI TEMPAT KERJA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Pemilihan calon karyawan dalam suatu perusahaan merupakan hal yang paling penting untuk berfungsinya perusahaan itu sendiri dengan baik. Anda sebagai staf HRD tentunya tidak menginginkan kandidat yang asal-asalan dan tidak memenuhi kriteria perusahaan. Yang terjadi adalah perusahaan akan mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan operasional yang tentunya akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.


Saya sendiri pernah bekerja di sebuah kantor dan berada di bagian rekrutmen atau yang biasa disebut dengan HRD. Karena dulu, kantor tempat dia bekerja adalah perusahaan kelas menengah ke bawah, jadi dia tidak terlalu ketat dalam mempekerjakan karyawan. Bahkan untuk posisi teknisi, minimal pendidikan menengah dasar sudah bisa memiliki kesempatan untuk melamar pekerjaan di kantor saya.


Nyatanya, memilih karyawan yang dibutuhkan sebuah perusahaan tidaklah mudah, meski perusahaannya kecil seperti kantor saya. Beberapa kekurangan yang saya lakukan saat merekrut karyawan baru antara lain:


  • Kurangnya penggalian data calon pegawai melalui wawancara.


Padahal, saat melakukan wawancara kerja, staf HRD biasanya menanyakan pertanyaan umum seperti pengalaman kerja terakhir, berapa gaji yang diinginkan, dan pertanyaan lain seputar pengalaman kerja di tahun-tahun sebelumnya.


Staf HRD yang penuh perhatian harus dapat menggabungkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan kepada calon karyawan untuk menilai kepribadian calon karyawan. Tentunya hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana kinerja calon karyawan yang diwawancarai jika benar-benar lulus dan diterima di perusahaan tersebut.


  • Tidak melakukan psikotes bagi calon karyawan


Beberapa perusahaan memiliki sistem sendiri untuk merekrut karyawan potensial. Ada yang menerapkan psikotes dan ada yang tidak melaksanakan psikotes kepada calon karyawannya. Ini bukan soal benar atau salah, tapi apakah tes psikologi itu perlu atau tidak.

$ads={1}


Tes psikologi itu sendiri dilakukan dengan tujuan untuk melihat kinerja calon pegawai yang akan diseleksi menjadi pegawai. Mungkin akan berbeda setelah melihat kenyataan di lapangan ketika calon pegawai tersebut resmi diterima bekerja, namun secara umum hasil psikotes tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kehidupan sehari-hari calon pegawai tersebut.


  • Kegagalan melakukan tes kesehatan pada calon karyawan


Ternyata meskipun kantor tempat kita bekerja merupakan usaha menengah hingga kecil, namun pelaksanaan tes kesehatan terhadap calon karyawan sangat penting agar kedepannya tidak ada alasan dari karyawan dalam hal kesehatan.


Hal ini terjadi pada saya ketika saya merekrut seorang teknisi yang kemudian sering absen karena sakit. Suatu kali, saya melakukan peninjauan di klinik tempat dia dirawat dan menemukan bahwa dia telah memalsukan surat dari dokter. Langsung saja pimpinan memecat pegawai yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.


Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sistem perekrutan jika ada kekurangan yang diterapkan oleh perusahaan Anda. Sama halnya dengan saya, maka saya akan membagikan beberapa tips sederhana untuk perusahaan skala menengah dan kecil dalam pemilihan calon karyawan melalui artikel ini.


Tips penting dalam memilih calon karyawan  perusahaan


Bagi Anda staf yang mungkin baru pertama kali merekrut kandidat, ada beberapa tips sederhana yang dapat Anda lakukan untuk memilih kandidat terbaik. Kiat-kiat ini meliputi:


1. Penyaringan ketat dari semua lamaran pekerjaan yang masuk


Saya yakin ketika sebuah perusahaan mempublikasikan lamaran kerja, baik di media sosial maupun di media cetak, akan banyak calon yang melamar. Dan lamaran yang diajukan belum tentu sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan perusahaan.


Di sinilah penting bagi Anda sebagai divisi DRH untuk melakukan seleksi ketat dengan membaca data yang masuk lebih teliti, terutama di bagian Curriculum Vitae para calon.


2. Cari informasi latar belakang calon karyawan.


Anda dapat mempelajari latar belakang kehidupan calon karyawan setelah melakukan panggilan untuk wawancara kerja. Biasanya akan ada lembar seperti kuisioner yang perlu diisi oleh calon pelamar dan yang terdiri dari serangkaian pertanyaan mulai dari identitas diri, keluarga, riwayat pekerjaan, dan pertanyaan lainnya tentang motivasi calon pelamar melamar pekerjaan saat ini.

Dari kuesioner yang diisi oleh calon pelamar, Anda dapat menganalisis karakteristik orang yang akan diterima bekerja. Jadi, jadikan data ini sebagai bagian terpenting dalam perekrutan karyawan.

$ads={2}


3. Setelah menyelesaikan wawancara calon karyawan, jangan langsung memutuskan siapa yang akan diterima bekerja.


Jangan lakukan itu karena ada beberapa posisi kosong di kantor yang membuat Anda terburu-buru untuk menentukan calon yang lolos, tetapi ini tidak baik untuk kinerja kantor.


Ada baiknya Anda menitipkan hasil wawancara dengan berbagai calon karyawan sambil melakukan seleksi sesuai poin pertama dan kedua.


Sebagai staf HRD tentunya banyak sekali permasalahan yang bisa muncul di dunia kerja. Ada baiknya untuk bermeditasi atau menenangkan diri sejenak setelah seharian penuh atau seminggu bekerja dan menghadapi berbagai karakteristik karyawan.


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close