Fakta dibalik Majunya Kualitas Pendidikan di Korea Selatan


FAKTA DIBALIK MAJUNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI KOREA SELATAN


FORDIASI.COM | INFORMASI - Korea selatan memang sudah terkenal maju bukan hanya industri tapi juga kualitas pendidikannya bahkan, Korea selatan menjadi negara dengan kualitas pendidikan terbaik di Dunia pada tahun 2016. Penilaian tersebut merupakan kesimpulan dari sejumlah riset yang diulas oleh PBB. Korea Selatan menduduki peringkat nomor satu setelah menggeser posisi Finlandia yang selalu akrab ditelinga kita sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik. Namun tahun 2021 tampaknya korea Selatan mengalami sedikit penurunan yaitu bergeser ke peringkat 11 posisi pertama kembali di raih Finlandia dan kedua Singapura. 


Namun, dibalik majunya kualitas pendidikan di korea Selatan ada beberapa fakta yang mungkin membuat terheran,


Berikut Adalah Fakta-fakta pendidikan di korea Selatan :


1. Memiliki jadwal sekolah yang Ekstrim


Biasanya sekolah di Indonesia adalah 7-8 jam sehari berbeda dengan korea Selatan yaitu bisa lebih dari 15 jam


-Siswa umur 13 dan 14 tahun bersekolah sampai jam 5 sore.

-Siswa umur 15 tahun bersekolah sampai jam 7 malem.

-Siswa umur 16-18tahun bersekolah dari jam 7 pagi sampai 10 malem.

-Universitas mengikuti jadwal dari universitas yang ditentukan dan berbeda-beda 


2. Wajib mengikuti pelajaran tambahan dan bimbel


Di korea Selatan  Pelajaran di sekolah aja tidaklah cukup. para pelajar korea masih harus belajar lagi. Kalau kamu pelajar Korea Selatan dan nggak ikut bimbel = ANEH! Para pelajar juga harus mengikuti Hagwon (bimbingan belajar) yang dimulai sepulang sekolah! Jadi buat murid SMA harus pulang ke rumah sekitar tengah malam.

$ads={1}


3. Masuk Universitas adalah hal Super Penting di Korea Selatan


Penilaian masuk universitas ialah kombinasi dari pencapaian selama masa SMA digabungkan dengan nilai waktu tes skolastik secara nasional (Su-Neung). Rapor waktu SMA menyumbang 40% dalam penentuan kelulusan. Tahu gak sih, karena terlalu pentingnya tes masuk universitas, waktu masa-masa mendekati ujian, perkantoran buka jam 10 pagi buat mengakomodasi para orang tua yang menemani anaknya belajar sampai malam. Pada sore harinya, tempat-tempat rekreasi banyak yang tutup lebih awal agar siswa bisa belajar di sore harinya. Di hari ujian, polisi-polisi nggak segan buat membantu mengantar pelajar yang terlambat mengikuti ujian. Di Korea Selatan pertimbangan yang paling penting bagi seorang pimpinan bukan kepribadian atau pengalaman kerja, melainkan di Universitas apa orang tersebut belajar. Oleh sebab itu semua anak-anak SMA di Korea akan berusaha mati-matian untuk lulus perguruan tinggi terbaik di Korea dengan peluang yang sangat kecil. Bahkan, banyak pelajar yang bunuh diri karena tidak masuk ke universitas yang diinginkan.


4. Sekolah Full sampai Weekend


Para pelajar di Korea Selatan bersekolah dari senin sampai sabtu, walaupun di hari minggu mereka libur, banyak dari mereka yang menghabiskan waktunya untuk mengerjakan tugas dari sekolah dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.


5. Guru adalah pekerjaan paling bergengsi dan memiliki derajat tinggi di Korea Selatan


Guru yang otoriter mungkin adalah kata yang pas untuk guru disana. Di Korea, ada pepatah "Guru setinggi Tuhan". Kamu nggak bisa memandang status guru dari skala gaji mereka, tapi guru memegang posisi sosial yang berharga dan tinggi di masyarakat. Maka dari itu guru memiliki kewenangan penuh atas muridnya. Kalau kamu nakal? Hati-hati saja!

$ads={2}


6. Biaya Pendidikan yang sangat Mahal


Demi menunjang kesuksesan dalam pembelajaran, sekolah-sekolah di Korea melengkapi fasilitas pembelajaran yang berkualitas mereke tak segan segan meninggikan biaya sekolah disana. Tak hanya itu, seragam sekolah di Korea yang kerap dikenakan sangat mahal. Bahkan, harga untuk satu pasang seragam saja dipatok senilai jutaan rupiah. Hal itu disesuaikan dengan desain yang ditentukan  sekolah di Korsel.


7. Pelajar di Korea Selatan Paling tidak Bahagia diantara Negara Maju lainnya


Sistem pendidikan di Negeri Ginseng ini bisa dikatakan cukup ketat.  Menurut sebuah studi skala internasional , anak-anak Korea Selatan dianggap paling tidak bahagia di antara negara-negara maju,  karena stress akibat tekanan pendidikan yang sangat tinggi di negara itu. Korea Selatan ada di posisi paling bawah di antara 30 negara dalam tingkat kepuasan anak-anak dengan hidup mereka, diikuti oleh Rumania dan Polandia. Menurut Statistik Nasional Korsel beberapa waktu lalu, lebih dari setengah anak-anak usia antara 15 dan 19 tahun yang ingin bunuh diri. 


Hmmmm bagaimana menurut kalian?


Apakah pendidikan di Indonesia efektif bila diberlakukan seperti di korsel?


Source: Ruang Pengetahuan


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama