Ini Alasan Kenapa Anies hanya menaikkan UMP Sebesar Rp. 37 Ribu


Jakarta - Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, mengatakan pihaknya terpaksa mengeluarkan SK tentang besaran Upah Minimum Provinsi (PMU) 2022. Anies juga menyatakan, Pemprov DKI Jakarta harus menerbitkan SK. upah minimum sebelum 20 November 2021.


“Kami terpaksa keluarkan keputusan gubernur ini, karena bila tidak dikeluarkan kami dianggap melanggar,” tegasnya saat menemui massa buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin 29 November 2021.


Oleh karena itu, Anies mengeluarkan upah minimum yang masih sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengupahan.

$ads={1}


Sebagai informasi, PP 36 merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Cipta Kerja. Kebijakan ini mendapat protes keras dari kelompok buruh.


Lebih lanjut, Anies mengakui penerapan PP 36 di Jakarta tidak sesuai dengan kondisi DKI Jakarta. Dia meminta organisasi buruh untuk memantau masalah ini sampai selesai.


“Kami bilang ini tidak cocok dengan situasi di Jakarta. Kami minta teman-teman bantu untuk membuat ini tuntas, dan semoga nanti kita akan dapat hasil optimal,” tutur Anies, dilansir dari CNN Indonesia.


Diketahui, Anies meminta Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengkaji rumusan penetapan Upah Minimum Provinsi (PSU). Dorongan tersebut ia sampaikan melalui Surat Usulan untuk merevisi rumusan penetapan UMP yang dikirimkannya kepada Ida pada 22 November lalu.


Mencermati usulan yang tertuang dalam surat bernomor 533/-085.15 yang diterima CNN Indonesia itu, Anies mengatakan perlu ada perubahan formula karena dinamika pertumbuhan ekonomi.


Anies mengatakan dinamika pertumbuhan ekonomi, terutama sejak merebaknya pandemi COVID-19, sangat berbeda antara satu sektor dengan sektor lainnya.


Di sisi lain, ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) memadati Balai Kota DKI Jakarta.

$ads={2}


Mereka mendesak Anies untuk mencabut atau merevisi keputusan gubernur mengenai besaran gaji tahun 2022 yang akan dinaikkan menjadi hanya sekitar Rp. 37.749.


Kemudian Anies bertemu dengan massa dalam aksi dan menyampaikan kepada mereka beberapa tindakan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.


Sumber: terkini.id


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close