Kapur Barus: Pohon Sejarah yang Hilang


KAPUR BARUS: POHON SEJARAH YANG HILANG


FORDIASI.COM | FLORA & FAUNA - Barus, Sumatera Utara merupakan daerah yang mendunia di masa lalu. Salah satu komoditas unggulan dunia kala itu adalah kapur barus jenis Dryobalanops aromatica, produk ini bahkan diminati hingga negeri Timur Tengah terutama untuk proses pengawetan mumi jenazah Raja Mesir kuno. Harga produk ini kala itu bahkan lebih mahal ketimbang emas & berlian pada zaman itu dan membuat wilayah Baros, Sumatera Utara terkenal di seantero dunia.


Khasiat Kapur sebagai obat memang disebut beberapa kali dalam Naskah Ramayana versi Jawa yang ditulis abad 9. Selain mengawetkan jenazah raja, kapur barus memiliki manfaat lain untuk mengatasi asam lambung, menghangatkan badan, mengusir hama dan serangga, mengharumkan ruangan, mengobati masuk angin dan banyak manfaat lainnya.

$ads={1}


Namun sayangnya populasi Pohon Kapur Barus dari jenis Dryobalanops lanceolata & aromatica ini semakin sulit ditemui di daerah asalnya bahkan sudah terancam punah. Kelangkaan pohon ini membuatnya di masukan ke daftar merah menurut IUCN dengan status Kritis (Critically Endangered). Namun wilayah Baros atau Barus, Sumatera akan selalu dikenang sebagai sentra kapur barus yang mendunia di masa lalu.


Berbagai faktor mempengaruhi penurunan populasi Pohon ini di antaranya adalah penebangan yang tidak terkendali. Padahal kandungan kapur setiap pohon tidak sama bahkan terkadang sangat kurang atau tidak ada. Kini kapur barus yang ada hanya dibuat secara sintesis dari zat zat kimia atau dari jenis lain. Kejayaan masa lalu dari Nusantara ini memang tiada habisnya untuk dibahas, menjadi pelipur lara dan pengingat bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang dan akan kembali menang lagi.


Source; RIMBAWAN KOTA


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama