Kontroversi: Pemain Injak Leher Lawan dan Wasit hanya memberikan kartu Kuning


FORDIASI.COM | OLAHRAGA - Kompetisi sepak bola Indonesia kembali diwarnai aksi kekerasan. Insiden kekerasan terjadi pada pertandingan Liga 3 antara PPSM Magelang vs Persak Kebumen pada, Senin (1/11).


Insiden ini terjadi pada menit ke-82. Pemain Persak Kebumen Tri Hartanto menginjak leher bek PPSM Santino Berti dalam situasi perebutan bola.


Namun, Tri Hartanto hanya diberikan sanksi kartu kuning. Tak ayal, keputusan wasit tersebut mengundang kegaduhan di pinggir lapangan. Sempat terjadi perdebatan sengit hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang karena tim PPSM menolak melanjutkan pertandingan atas keputusan yang wasit keluarkan tersebut.


Lantas apakah keputusan wasit yang memberikan sanksi kartu kuning kepada Tri Hartanto sudah tepat?


 

Dalam Laws of the Game edisi 2021/22 yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB) dijelaskan bahwa Pelanggaran Serius dapat dikenai sanksi dengan kartu merah langsung.

$ads={1}


Hal ini diatur dalam UU 12 tentang pelanggaran dan pelanggaran pada nomor tiga, yaitu Tindakan Disiplin (tindakan disiplin), pokok bahasan untuk pelanggaran pengusiran (pengusiran pemain dari lapangan atau kartu merah).


Pada bagian tersebut, IFAB juga menjelaskan hal-hal yang termasuk dalam kategori pelanggaran serius:


''Permainan kotor yang serius: tekel atau tantangan yang membahayakan keselamatan lawan atau kekerasan, kebrutalan yang berlebihan harus diberi sanksi sebagai pelanggaran serius.''


''Setiap pemain yang menerjang lawan dalam merebut bola dari depan, dari samping atau dari belakang menggunakan satu atau kedua kaki, dengan kekuatan berlebihan atau membahayakan keselamatan lawan, bersalah karena melakukan pelanggaran serius.''


Dalam kasus ini, Tri Hartanto dengan brutal menginjak leher Santino Berti. Tindakan ini dapat diklasifikasikan sebagai pelanggaran berat dan wajib diberikan sanksi kartu merah.


Jadi kesimpulannya, keputusan wasit itu salah. Seharusnya dia mengeluarkan kartu merah atas aksi brutal Tri Hartanto.


Sebelumnya kasus-kasus seperti ini pernah terjadi di klub bola milik Atta Halilintar, yakni PSG Pati. Dimana zulham zamrun memberikan permainan yang keras dibeberapa pertandingan di kompetisi Liga 2 terhadap lawannya, sehingga hal tersebut menuai protes oleh para pecinta sepak bola.

$ads={2}


Bagaimana menurutmu sobat fordiasi?


Yuk Komentarnya...


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama