Muslim Arbi: Jokowi Harus mundur dan minta maaf karena MK menyatakan UU Cipta Kerja Keliru


Nasional - Ketua Gerakan Perubahan Muslim Arbi juga mengomentari Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja (UU) yang secara bersyarat dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi (MK).


Muslim Arbi menilai Presiden Joko Widodo alias Jokowi harus meminta maaf dan mengundurkan diri karena UU Cipta Kerja yang dia keluarkan ternyata tidak benar.


“Jokowi harus minta maaf dan mundur karena ternyata MK membuktikan UU Cipta kerja itu keliru karena bertentangan dengan UUD 1945,” ujarnya pada Minggu siang, 28 November 2021, dilansir dari RMOL.

$ads={1}


Secara khusus, menurut Muslim Arbi, permintaan maaf Presiden Jokowi harus disampaikan kepada aktivis yang ditangkap karena melanggar undang-undang penciptaan lapangan kerja.


Seperti diketahui, beberapa aktivis yang ditahan adalah Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.


Bagi Muslim Arbi, penangkapan dua aktivis tersebut adalah sebuah kesalahan.


Padahal, menurut dia, penangkapan itu memalukan, melanggar HAM dan melanggar hukum.


Oleh karena itu, sebagai Kepala Pemerintahan, Presiden Jokowi harus bertanggung jawab.

$ads={2}


“Tindakan penangkapan itu keliru. Langgar HAM dan UUD 1945. Sebagai kepala pemerintahan, Jokowi harus tanggung jawab,” kata Muslim Arbi.


“Karena perbuatan penangkapan Syahganda dan Jumhur itu memalukan, langgar HAM dan konstitusi,” tambahnya.


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama