Nyamuk: Antara Penyakit, Ekonomi dan Konservasi


NYAMUK: ANTARA PENYAKIT, EKONOMI DAN KONSERVASI


FORDIASI.COM | FLORA & FAUNA - Nyamuk merupakan binatang kecil yang identik dengan membawa penyakit semisal DBD, Cikungunya, Malaria, Kaki Gajah, Zika dan lainnya. Dan setidaknya ada lima jenis nyamuk yang hidup di Indonesia. Memasuki musim penghujan disertai Fenomena La Nina akhir tahun ini pun nyamuk menjadi semakin mengganas.


Beberapa penyakit mematikan tersebut bahkan banyak menelan korban jiwa. Nyamuk pun dianggap sebagai musuh manusia dan berbagai cara dilakukan untuk memeranginya mulai dari penyemprotan, pembersihan dan lainnya. Namun berbagai cara tersebut uniknya tak membuat Nyamuk punah meski diperangi hampir semua manusia di dunia. Nyamuk tetap santai dan bertahan hingga kini.

$ads={1}


Disisi lain dengan keberadaan Nyamuk ini memicu geliat ekonomi yang mempelopori lahirnya Industri Nyamuk mulai dari Obat Nyamuk Bakar, Semprot, Elektrik, Kapur, Bubuk abate dan lainnya dan melahirkan beberapa merek dagang yang semuanya menghasilkan pundi pundi ekonomi.


Di Sektor kesehatan munculah Vaksin, Obat Obatan dan sejenisnya dari geliat Nyamuk, dengan berbagai macam merek dagang pula. Geliat Industri Nyamuk ini menyerap banyak tenaga kerja mulai dari Pabrik, Laboratorium, Rumah Sakit, Kantor dan lainnya. Industri nyamuk juga menyerap tenaga kerja mulai dari SPG yang cantik, buruh hingga CEO yang menjadi Kaya karna Nyamuk.


Maka kunci kelangsungan Industri Nyamuk adalah keberadaan Nyamuk itu sendiri. Apakah diperlukan Konservasi Nyamuk untuk menjamin kelangsungan Industri Nyamuk ini ?


Bagaimana menurut sobat fordiasi?


Dari Nyamuk yang dibenci seluruh manusia ada hikmah yang terkandung didalamnya. Tetap waspada Nyamuk di Musim Penghujan dan Fenomena La Nina.


Source: RIMBAWAN KOTA


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close