Perbedaan Good Looking dan Super Good Looking



PERBEDAAN GOOD LOOKING DAN SUPER GOOD LOOKING


FORDIASI.COM | INFORMASI - Pasti kita sudah sering mendengar frasa “Good Looking”. Frasa ini sudah menjadi kata sifat di kamus resmi bahasa Inggris. Frasa ini pada umumnya ditujukan kepada mereka yang enak dilihat, dipandang karena fisik yang dia miliki. Frasa ini pun sudah sering dipakai di negara Indonesia, tidak hanya dalam lingkup percakapan informal akan tetapi beberapa lowongan kerja sudah memakai frasa ini untuk salah satu syaratnya.


Tapi taukah kamu? Bahwa ada kelas di atas Good  Looking? Yah, biasa disebut Super Good Looking. Cara pandang antara Good Looking dan Super Good Looking berbeda. Good Looking hanya memakai penilaian fisik berupa mata tanpa melibatkan beberapa faktor yang memicu ketertarikan seperti dalam lingkup Psikologis, Sosiologis dan lainnya. 


Rumus Super Good Looking:


Good Looking (10%) + IQ (25%) + ESQ (60%) + Faktor lain (5%)


- Good Looking:


Salah satu bagian dari rumus Super Good  Looking adalah Good Looking. Good Looking hanya menyumbangkan 10% di dalam rumus Super Good Looking. Saya tidak menjelaskan lagi tentang Good Looking, karena saya yakin semua sudah paham.

$ads={1}


Intellectual Quotient (IQ)/Kecerdasan Intelektual


Kecerdasan intelektual adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.


Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kecerdasan, yaitu:


- Faktor bawaan atau biologis: Di mana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan.


- Faktor minat dan pembawaan yang khas: Di mana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.


- Faktor pembentukan atau lingkungan: Di mana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi.


- Faktor kematangan: Di mana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.


- Faktor kebebasan: Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.


Kelas IQ:


- 91 – 110: Tingkat IQ normal atau rata-rata. 

-111 – 120: Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal) 

-120 – 130: Tingkat IQ superior. 

-131 atau lebih: Tingkat IQ sangat superior atau jenius.


Untuk memenuhi syarat menjadi Super Good Looking seseorang harus memiliki IQ di atas 120.


Emotional Quotient (EQ/EI) dan Spiritual Quotient (SQ/SI)


Kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang.

$ads={2}


Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri. Pakar kepemimpinan Zig Ziglar menggambarkan kecerdasan emosional (EQ) sebagai sikap (attitude) yang lebih relevan dibandingkan dengan kecerdasan intellektual (IQ) yang digambarkan sebagai kompetensi (aptitude)


Kecerdasan spiritual (bahasa Inggris: spiritual quotient, disingkat SQ) adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif.


SQ merupakan fasilitas yang membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan berdamai dengan persoalannya itu. Ciri utama dari SQ ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna.


Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya Masing-masing dari kedua kecerdasan ini berkontribusi sebesar 30% di dalam rumus Super Good Looking.


Faktor Lain:


Faktor lain di sini bisa dilihat dari beberapa segi, baik Sosiologis maupun Psikologis. Contohnya:


Dengan siapa Anda berkumpul setiap harinya. Orang-orang yang berkumpul dengan orang-orang yang positif akan menjadi sosok Super Good Looking. Atau kemampuan komunikasi yang berbeda setiap orang akan mempengaruhi nilai Super Good Looking ini. Faktor lain berkontribusi 5% di dalam rumus Super Good Looking.


Diantara kedua gender (Laki-laki atau Perempuan) siapa yang paling berusaha mengejar kriteria ini? Jawabannya perempuan. Para perempuan-perempuan sekarang hanya mengejar Good Looking tanpa mereka tahu bahwa ada kelas di atasnya. Seorang perempuan yang hanya mengandalkan kecantikan cenderung hanya dijadikan pemuas nafsu saja oleh para laki-laki. Para perempuan Good Looking di sana saya akui cocok dijadikan sebagai kekasih atau pacar tapi tidak untuk pasangan hidup.


Pernah dengar quote “Bahkan seorang laki-laki rusak menginginkan Perempuan yang baik”. Artinya ketika seorang perempuan itu banyak dipuji kecantikannya dan banyak yang mengajaknya untuk menjadi kekasih, bukan berarti nilainya tinggi. Nilai seorang perempuan dikatakan bernilai tinggi ketika dia bisa menjaga lisannya, mempunyai urat malu, menjaga akhlaknya, mengingat Tuhannya, mengupgrade kecerdasannya, dan sedikit memperhatikan kecantikannya.


Jadi, terserah kelas mana yang ingin kita kejar. Kelas Super Good Looking cenderung akan lebih dihargai karena mengkombinasikan tm3 kecerdesan di dalamnya. Kelas Good Looking yang hanya mengandalkan fisik tanpa memiliki 3 kecerdasa akan cenderung diremehkan dan dipermaikan apalagi sosok itu seorang perempuan.


Source: Ruang Pengetahuan


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close