Sensasi Kupu-kupu di Perut sama halnya dengan Gairah dan Respon Seksual


SENSASI KUPU-KUPU DI PERUT SAMA HALNYA DENGAN GAIRAH DAN RESPON SEKSUAL


FORDIASI.COM | INFORMASI - Di antara kita pasti pernah merasakan yang namanya ‘Jatuh Cinta’, entah itu berakhir manis atau malah berakhir tragis. Lalu pasti tahu ‘kan bagaimana rasanya sensasi kupu-kupu berterbangan di perut ketika bertemu si dia, saat doi memanggil sayang, atau ketika dia memberi perlakuan manis lainnya. Sensasi semacam itu bisa menjadi candu karena bisa menyebabkan kita ingin lihat si dia terus. Haha, buchen.


Selain itu, tanda jatuh cinta biasanya dibarengi oleh gejala fisik lain seperti telapak tangan berkeringat, jantung berdebar keras, sulit fokus, pipi merah, bahkan bisa mempengaruhi nafsu makan. 


Bagaimana bisa begitu, ya?


Sebelumnya, respon-respon fisiologis yang dirasakan ketika jatuh cinta merupakan akibat dari aktifnya pusat kesenangan di basal ganglia. Ketika semangat untuk bertemu si dia atau merasakan gugup, tungkai saraf vagus akan bergerak aktif dari otak ke usus.

$ads={1}


Lalu Dr. Nicole Prause, seorang psikofisiologis mengatakan bahwa sensasi kupu-kupu di perut sama halnya dengan gairah dan respon seksual. Sehingga bisa diartikan bahwa ketika efek ini terasa ketika berhadapan dengan doi, sebetulnya kita sedang berhasrat seksual. O-ow!


Daniel Amen, seorang ahli saraf, psikiater, dan penulis juga mengungkapkan hal yang sama. Fenomena kupu-kupu di perut merupakan hasrat atau nafsu seksual yang disebabkan oleh kelakuan si basal ganglia tersebut.


Semua reaksi tersebut merupakan naluri alamiah manusia ketika jatuh cinta. Jadi jangan khawatir dan tetaplah membatasi diri. 


Source: Ruang Pengetahuan


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama