Jika diberi waktu lebih lama, Shin Tae-Yong akan jadi Pelatih Revolusioner


JIKA DIBERI WAKTU LEBIH LAMA, SHIN TAE-YONG AKAN JADI PELATIH REVOLUSIONER


FORDIASI.COM | SEPAK BOLA - Jika Shin Tae-Yong bertahan lama , maka ia akan jadi pelatih revolusioner yang mengubah pondasi timnas yang selama ini dibangun dari pemain lokal hasil bentukan Liga Indonesia yang sarat akan kontroversi.


Jika berhasil bentuk kerangka timnas lewat para pemain keturunan di Piala Dunia U-20, maka ada kemungkinan kerangka formasi berisi pemain keturunan di Piala Dunia U-20 akan jadi andalan untuk jangka panjang dan memaksa para pemain muda lokal yang masih serius dan cinta timnas untuk abroad ke luar negeri, karena standar pemain timnas yang diperkuat keturunan akan meningkat tajam, mereka jadi harus mencari liga yang waras , kompetitif dan progresif agar perkembangan mereka tidak sia-sia, tidak kena mental dan fisik saat matchday internasional bersama timnas


Jika kondisi ini terjadi, STY dapat pimpin timnas dengan andalkan pemain keturunan dan pemain lokal abroad serta meninggalkan para pemain lokal. Jika ini terjadi (Liga 1 ditinggal timnas), siapa tau, para voters pssi akan jadi lebih waras dan pilih ketua umum yang paham sepakbola yang berdampak pada peningkatan kinerja federasi dan bermuara pada perbaikan liga hingga output pemainnya bisa diandalkan timnas, miris rasanya, bocah 19 tahun, si pemain keturunan bernama Elkan Baggot justru jadi pemain yang paling menonjol kalahkan peran pemain senior label Liga 1 sekelas Fachruddin dan Victor, ini menandakan, saat ini output Liga 1 benar benar buruk untuk timnas.

$ads={1}


Yang penting terus support STY, dia sedang berproses dan waktunya belum lama, beberapa mulai kembali bahas Luis Milla dengan prestasi imbangi UEA U23 2-2 dan lupa jika di Asian Games 2018 tim yang dapat dikalahkan hanya Laos, Taipei dan Hong Kong yang rasanya Indra Sjafrie pun bisa kalahkan. Belum lagi di laga persahabatan dan kualifikasi Piala Asia, Timnas U23 dihajar Malaysia dan Myanmar, mereka juga lupa jika di jaman Luis Milla dari 5 ujicoba timnas senior, Indonesia hanya menang 2x, semuanya lawan Kamboja. Hype yang didapat di jaman Luis Milla terjadi karena karakter netijen yang "overproud" akan kemenangan melawan tim-tim gurem.


Source: @hantamfootball


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close