Kenapa KTP dan KK Perlu dilampirkan Ketika Melamar Kerja?


KENAPA KTP DAN KK PERLU DILAMPIRKAN KETIKA MELAMAR KERJA?


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Setiap melamar pekerjaan, pihak HRD akan memberikan requirement (persyaratan) kepada para jobseeker. mungkin kita sering melihat KTP ataupun KK menjadi salah satu persyaratan yang wajib dilampirkan entah dalam mengirimkan CV melalui online ataupun Offline.


Akhir-akhir ini permasalahan ini sering dibahas oleh para praktisi HRD dan orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Menurut mereka, data dari ktp/kk jobseeker memiliki informasi-informasi penting apalagi yang berkaitan dengan perbankan. Jika data itu tersebarluaskan dan digunakan oleh oknum yang salah, maka jobseeker akan mendapatkan impactnya.


Apalagi banyak ditemui informasi di media sosial mengenai dokumen-dokumen (CV) yang berserakan di jalan raya, di tempat sampah, di tempat loakan dll. Bagaimana jika dokumen pribadi tersebut diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk didaftarkan pinjol (pinjaman online) ?


Nanang Hernanto selaku Associate Trainer membagikan pendapatnya mengenai permasalahan ini melalui akun linkedinnya. beliau berpendapat, jika memang KTP dan KK diperlukan sebagai persyaratan administrasi, maka langkah yang tepat ketika seorang jobseeker tersebut telah diterima bekerja bukan disaat mengirimkan CV. Berikut tulisannya:

$ads={1}


Oleh: Nanang Hernanto | Associate Trainer | Volunteer | +25 years of experience


Pada umumnya, setiap melamar pekerjaan tertera requirement foto copy KTP dan KK.


Saya satu dua kali masih melihat iklan lowongan pekerjaan yang meminta kandidat untuk melampirkan fotocopy KTP dan KK


Saya mengerti pasti ada alasannya mengapa mereka mensyaratkan demikian ... mungkin di antaranya untuk ...


- Ingin melihat keabsahannya sebagai Warga Negara Indonesia ?

- Ingin melihat umurnya?

- Ingin melihat domisilinya?

- ???


Namun tidak bisa kah ... KTP dan KK itu diperlihatkan nanti saja saat interview?

Atau bahkan ketika yang bersangkutan sudah resmi positif diterima? (i.e untuk mengurus dokumen kepegawaian, BPJS, dsb)


Sehingga berkas yang dihandel/dibaca oleh HR tidak banyak kan?

Dari pada baru tahap awal pengumpulan CV, sudah minta berkas sedemikian banyak?


Eh tapi ini terserah rekruter perusahaan sih ... (Saya tidak bisa ngatur-ngatur)


But please think about it ...

Dari pada handel berkas segitu banyak?

Mari pikirkan kembali kegunaan riil dari berkas-berkas tersebut.

Agar proses kerja kita menjadi lebih efisien namun tetap efektif

Rekruter terbantu.

Kandidat pun merasa aman, data pribadi tidak menyebar kemana-mana. Ke tempat yang tidak perlu. Ke pihak yang tidak bertanggung jawab.


So ...


Sebetulnya apa kegunaan melampirkan copy KTP dan KK saat masih dalam seleksi awal pengiriman CV?


Yuk cerita.


Selow ... tetap proaktif kawan-kawan

$ads={2}

Komentar


Wiwin yang berprofesi sebagai Talent Acquisition, Training & Development Specialist, BUSDEV turut menyampaikan pendapat melalui kolom komentar postingan Pak Nanang Hernanto :


Saya baru saja mau posting materi ini pak Nanang Hernanto. Sy sebagai praktisi recruiter juga tidak sependapat dengan mencantumkan atau meminta KK, KTP, nama ibu Kandung, Nomer Rekening Bank kepada kandidat yang belum tentu diterima (namanya juga kandidat). Dokumen tersebut (nama ibu) sangat penting karena berhubungan dengan data Bank, Kartu Kredit, KTP dan data lainnya, buat apa yaaaa?

Padahal data tersebut dapat kita minta, jika memang sudah pasti ybs diterima. Mengapa kita melakukan hal yang tidak penting atau memang kita malas ????????

 

Kemudian komentar tersebut dibalas oleh pak Nanang Hernanto:


Itu maksud saya Pak ...

Bukan saya keberatan untuk menyerahkan fotocopy dokument tersebut

Namun ... yang saya mau himbau di sini adalah ... waktunya ...

Jika itu setelah positif diterima tentu itu OK-OK saja ... bahkan harus itu.

Tapi jika baru melamar tahap pengumpulan CV? Untuk apa melampirkan dokumen tersebut

Terima kasih komentarnya Pak

BTW ... bapak tetap tulis aja lagi Pak .... biar memperkuat concern kita.


Bagiamana menurut sobat fordiasi mengenai perkara ini?


Yuk sampaikan pendapatnya melalui kolom komentar!


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close