Melihat Wajah Birokrasi saat ini melalui Humas Pemerintah


MELIHAT WAJAH BIROKRASI SAAT INI MELALUI HUMAS PEMERINTAH


FORDIASI.COM | INFORMASI - Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan hal yang berbeda - Warren Buffet


Peran humas di era keterbukaan kini memiliki peran penting dan strategis. Kedudukan humas merupakan pendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi.


Humas harus mengetahui semua kebijakan tujuan organisasi. Humas sebagai juru bicara pemerintah harus mengetahui bahwa semua kebijakan publik yang diambil dapat dilaksanakan dengan baik, dan sangat membutuhkan dukungan publik.


Bagaimana mungkin publik mau atau mendukung, ketika mereka tidak bisa menerjemahkan dan mengetahui maksud dan tujuan dari kebijakan yang diterbitkan?


Selanjutnya permasalahan yang sering ditemui yaitu kebijakan publik yang diambil dan ditetapkan oleh seorang pejabat mendapat respon yang tidak benar dari masyarakat. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait serta maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut. Untuk itu, sangat diperlukan penyampaian pesan yang baik dan mudah menerjemahkan maksud.


Humas memiliki peran dalam menghubungkan kepentingan pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan, di satu sisi, dan dengan pihak lain, untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dan kegiatan kerja pemerintah.


Peran humas dapat membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan membangun reputasi lembaga di mata publik, guna memperoleh pengertian, kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.


Humas pada instansi pemerintah merupakan kebutuhan fungsional dalam rangka tugas penyebarluasan informasi dan kebijakan, program dan kegiatan instansi pemerintah kepada masyarakat. Khususnya di Indonesia, lembaga kehumasan sangat dibutuhkan.


Humas ini merupakan kelanjutan dari proses penentuan kebijakan pemerintah, pemberian layanan informasi kepada publik, sehingga humas memperoleh kepercayaan publik, yaitu masyarakat dalam arti luas. Itulah mengapa sikap dan pelayanan yang baik sangat penting untuk menciptakan citra yang baik.


Pada masing-masing dari mereka terutama di instansi pemerintah daerah, dunia humas memiliki peran ganda, di satu sisi berusaha menjaga citra baik lembaga atau organisasi yang diwakilinya, dan di sisi lain, humas harus berurusan dengan berbagai situasi yang tidak menguntungkan, seperti opini atau isu publik yang negatif, kontroversial atau kontradiktif. , menghadapi momen paling kritis dan krisis kepercayaan atau citra yang harus dihadapi oleh instansi dan divisi humas sebagai juru bicara.

$ads={1}


Di era keterbukaan ini, sangat penting untuk mengkaji ulang reposisi humas pemerintah agar dapat diberdayakan secara optimal.


Sam Black (1970) dalam bukunya Practical Public Relations, menekankan bahwa pejabat humas tidak hanya bertugas menyebarkan informasi secara berkala tentang kebijakan, rencana, dan hasil yang telah dicapai, tetapi juga menjelaskan dan mendidik masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan. dan lain-lain. penting. peduli terhadap kehidupan masyarakat, namun yang lebih penting dari perannya adalah memberi nasehat (memberikan saran dan masukan) kepada pimpinan mengenai reaksi dan tanggapan masyarakat terhadap kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Bahkan wajah birokrasi juga dapat didukung dengan adanya humas pemerintah untuk menjalankan roda birokrasi.


Sejalan dengan upaya pembenahan wajah birokrasi, tentunya pejabat humas pemerintah menjadi wadah bagi seluruh rangkaian perubahan birokrasi saat ini, sehingga diharapkan menjadi juru bicara yang memiliki kemampuan bergaul, mudah bergaul, berpenampilan menarik, dan memiliki integritas.


Dalam hal ini tentunya ditunjukkan melalui kreativitas, inovasi, motivasi, minat yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan. Humas pemerintah harus memiliki kemampuan untuk mempromosikan kebijakan dan program pemerintah yang membutuhkan dukungan masyarakat.


Transformasi Humas di Era Keterbukaan Informasi Publik


Dalam era keterbukaan informasi publik, humas pemerintah wajib melakukan revitalisasi, transformasi dan reformasi terkait dengan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangannya.


Humas pemerintah bukan sekedar “lembaga pembentuk citra”, melainkan harus menjadi katalisator informasi kebijakan pemerintah, baik secara horizontal.


Lemahnya humas pemerintah juga dapat menjadi cerminan kinerja birokrasi. Hal ini dapat menjadi kendala bagi pemerintah karena kurang mendapat dukungan dari masyarakat, belum lagi kendala standar rekrutmen pejabat humas pemerintah, latar belakang pendidikan yang beragam, kurangnya fasilitas pendukung, dll. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen yang komprehensif dari pimpinan instansi pemerintah dalam pengembangan kehumasan pemerintah, mulai dari struktur organisasi, sistem, dan sarana/prasarana.


Hal lain adalah upaya pengembangan kompetensi humas pemerintah, seperti pendidikan dan pelatihan, peningkatan pelatihan kehumasan, jurnalistik, melakukan penelitian kehumasan, teknologi komunikasi dan lain-lain hal-hal yang berkaitan dengan kehumasan. Upaya-upaya tersebut dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi birokrasi dalam penyediaan layanan informasi publik sehingga dapat memenuhi pelaksanaan “hak untuk mengetahui” kepada publik.


Memperbaiki wajah birokrasi melalui humas pemerintah saat ini


Perubahan birokrasi di Indonesia ditandai dengan perbaikan praktik tata kelola melalui paradigma manajemen publik yang baru, yang ditunjukkan melalui upaya menciptakan tata kelola yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.


Ada beberapa upaya reformasi yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan adaptasi kontekstual masing-masing instansi pemerintah, terus menerus menciptakan nilai-nilai baru di lingkungan instansi masing-masing, hal ini tentunya ditujukan untuk mencapai upaya birokrasi yang tetap kondusif untuk mendukung internalisasi perubahan mental. dan budaya dengan mengutamakan "reformasi berbasis permintaan".


Dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan diharapkan dapat berperan sebagai pengungkit bagi kelancaran pelaksanaan program pembangunan nasional. Dengan kata lain, semakin baik tata kelola suatu negara, semakin cepat roda pembangunan nasional berputar.


Terkait kelembagaan dan struktur, beberapa langkah persiapan telah dilakukan agar birokrasi kita dapat bergerak lebih cepat dan mengambil keputusan dengan cepat, sehingga tugas birokrasi menjadi lebih ringan, dan pelayanan masyarakat, pelayanan publik dan pelayanan bisnis. dunia bisa lebih cepat.


Salah satu agenda Presiden Joko Widodo adalah menata kembali pementasan dan mengutamakan fungsi daripada struktur, yang menjadi pilihan dalam keberhasilan percepatan reformasi birokrasi, yaitu sebagai upaya untuk mengurangi fragmentasi birokrasi, menyederhanakan pementasan menjadi hanya 2 level dan menggantikan itu dengan fungsional. posisi yang lebih terhormat. Pengalaman, rasa hormat terhadap persaingan diharapkan membuat birokrasi kita lebih gesit dan adaptif terhadap perubahan.


Sejalan dengan upaya pembenahan wajah birokrasi, tentunya pejabat humas pemerintah menjadi wadah bagi seluruh rangkaian perubahan birokrasi saat ini, sehingga diharapkan menjadi juru bicara yang memiliki kemampuan bergaul, mudah bergaul, berpenampilan menarik, dan memiliki integritas.

$ads={2}


Dalam hal ini tentunya ditunjukkan melalui kreativitas, inovasi, motivasi, minat yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan. Humas pemerintah harus memiliki kemampuan untuk mempromosikan kebijakan dan program pemerintah yang membutuhkan dukungan masyarakat.


Pelaksanaan komunikasi kehumasan pemerintah dapat dilakukan melalui pendekatan “Formula 5C” yaitu cause, agency of change, strategy of change, channels dan objectives of change.


Dalam hal ini pejabat humas pemerintah harus berinteraksi dengan lembaga eksternal, dunia usaha/swasta dan masyarakat, melakukan pemantauan, evaluasi dan pengawasan, mencatat umpan balik dan opini publik, berinovasi dan memprioritaskan hubungan eksternal, namun tidak mengabaikan perhatian terhadap hubungan. secara internal.


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close