Berapa Persen dari Penghasilan yang harus diinvestasikan?


BERAPA PERSEN DARI PENGHASILAN YANG HARUS DIINVESTASIKAN?


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Sebagai karyawan, tentu kita memiliki pendapatan tetap setiap bulannya. Terkadang, pendapatan tersebut diatur sesuai dengan kebutuhan. namun banyak dari para pekerja yang tidak bisa memanage finansialnya dengan baik, sehingga setiap gaji yang didapatkan habis pada bulan itu juga, bahkan pengeluaran keuangannya lebih besar dibandingkan pemasukan yang didapatkannya.


Perlunya memanage keuangan dengan baik, agar kita dapat mengatur keuangan yang sehat dan dapat memiliki simpanan di masa depan. Karena jika seperti ini terus, kita tidak akan dapat memiliki apa-apa, apalagi simpanan untuk biaya berobat untuk diri/keluarga kita.


Riffa Sancati melalui laman linkedinnya membagikan tulisan mengenai " Berapa Persen dari Penghasilan yang harus diinvestasikan? ". selengkapnya, yuk disimak tulisannya di bawah ini :

$ads={1}

Saya tidak meyarankan pendekatan persentase karena beda orang bisa beda kondisi finansialnya sehingga tidak ada satu persentase yang cocok untuk semua orang.


Contohnya perbedaan dalam hal penghasilan. Mereka yang berpenghasilan besar punya kapasitas lebih besar untuk investasi. Bahkan orang yang sama pun bisa saja dulunya cuma mampu investasi 10% dari gaji tapi sekarang sudah mampu untuk investasi hingga 40%. Hal itulah yang bisa membuat orang kaya menjadi semakin kaya.


Jadi daripada pakai pendekatan persentase, sebaiknya coba lakukan hal ini:


1. Hitung sisa penghasilan setelah dikurangi pengeluaran pokok bulanan,

2. Tentukan target finansial yang ingin dicapai. Contoh: ingin beli rumah dalam 5 tahun ke depan.


Poin dua di atas akan menentukan seberapa besar kita harus menginvestasikan sisa penghasilan yang kita hitung di poin satu.


Selanjutnya pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan target finansial kita. Untuk target finansial yang jangka waktunya masih panjang bisa coba investasi saham. Di jaman sekarang ini kita sudah bisa jual-beli saham semudah jual-beli barang di e-commerce. Proses jual-beli saham bisa kita lakukan secara online

$ads={2}


Untuk Sobat Fordiasi, mulai sekarang yuk kita lebih memperhatikan "Health Financial" kita. Jangan terlalu boros dan beli barang-barang konsumtif yah!


Semoga informasi ini bermanfaat


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close