Cara Menggunakan Istilah Toxic yang Benar


CARA MENGGUNAKAN ISTILAH TOXIC YANG BENAR


FORDIASI.COM | INFORMASI - Istilah Toxic sering kita dengar di media sosial. Istilah ini biasa digunakan ketika ada teman yang dianggap ga asik dan membawa pengaruh negatif di pergaulan. dari Istilahnya sendiri Toxic diserap dari bahasa Inggris yang artinya racun.


Di Internet, istilah ini dimaknai dengan arti yang berbeda-beda, walaupun poin nya itu pada kesimpulan yang sama. bahkan banyak orang yang menggunakan istilah ini melenceng dari makna sebenarnya.


Lalu apa makna Toxic Sebenarnya?


Riffa Sancati melalui laman linkedinnya membagikan tulisan mengenai " Alasan Perusahaan Rekrut Leader dari Luar bukan Promosi kepada Karyawan ". selengkapnya, yuk disimak tulisannya di bawah ini :

$ads={1}

Saya mulai heran dengan penggunaan “toxic” yang makin ke sini makin overused. Nggak sreg sedikit saja, julukan “toxic” langsung keluar.


Disuruh lembur sama atasan langsung dibilang atasannya toxic.


Dikasih masukan sama rekan kerja langsung dibilang rekannya toxic.


Budget nggak di-approve tim finance langsung dibilang tim finance toxic.


Bahkan hal sepele kayak ada rekan kerja atau klien kirim e-mail di akhir pekan juga dibilang toxic.


Ada banyak kata sifat yang lebih relevan tapi kenapa malah kata “toxic” yang digunakan? Padahal julukan itu konotasinya sangat negatif lho. Kesannya mereka itu sangat jahat, sangat merugikan, dan sangat menyakiti perasaan.


Fenomena ini juga yang menurut saya membuat semakin banyak orang mudah merasa anxious. Jadi takut bertindak karena takut dituduh “toxic”. Atau yang lebih miris lagi, julukan “toxic” justru sering dilontarkan oleh orang-orang yang gemar playing victim. Mereka yang salah tapi mereka duluan yang menyebut orang lain dengan julukan “toxic”.


Saya jadi teringat kutipan yang bilang, “Saat jari telunjuk kita menunjuk orang lain, ada tiga jari lainnya yang menunjuk diri kita sendiri.”


Kutipan di atas sangat pas menggambarkan orang-orang yang menuduh orang lain “toxic” di saat sumber masalahnya justru diri mereka sendiri. Kutipan itu pula yang selalu menjadi rem untuk diri saya. Sebelum sembarangan menuduh, saya akan tanya dulu pada diri sendiri, “Ini benar mereka yang toxic atau ego saya yang ketinggian?”


Jangan lupa bahwa di saat kita sembarangan memberikan julukan toxic, pada saat itu pula kita sedang menjadi toxic untuk orang yang kita benci.

$ads={2}


Gimana sobat fordiasi? sekarang jadi tahu kan? bagaimana cara menggunakan istilah 'toxic' yang benar?


Jadi jangan dikit-dikit bilang ke orang lain itu Toxic yah! biasakan gunakan diksi yang tepat ketika sedang berbicara ataupun menilai orang lain.


 Semoga bermanfaat


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close