Struktur Organisasi PSSI Perlu dievaluasi dan diberi Edukasi mengenai Olahraga Sepak Bola


STRUKTUR ORGANISASI PSSI PERLU DIEVALUASI DAN DIBERI EDUKASI MENGENAI OLAHRAGA SEPAK BOLA


FORDIASI.COM | SEPAK BOLA - Pada hari sabtu (15/01/2021) kemarin, Haruna Soemitro selaku Exco PSSI hadir sebagai bintang tamu di podcast youtube Jpnn.com.


Ia memberikan beberapa statement kontroversial dan membuat para pecinta bola terutama timnas Indonesia geram. Apa yang disampaikan di dalam podcast tersebut benar-benar tidak sesuai dengan Visi PSSI dan harapan masyarakat Indonesia.


Manajer Madura United, Haruna Soemitro. (Bola.com/Aditya Wany)



Di dalam Podcast, ia menuntut Shin Tae-Yong agar dapat membawa gelar juara di Piala AFF U-23 dan Piala AFF 2022. Manajer Madura United itu juga mengungkapkan bahwa di sepak bola yang dilihat adalah prestasi bukan proses. Berikut pernyataan-pernyataan kontroversial yang disampaikan Haruna Soemitro :

$ads={1}


"Kalau hanya runner up, gaperlu Shin Tae Yong karena kita sudah 6 kali runner-up."


"Kehadiran Shin Tae Yong ini menjawab ekspektasi lebih pada Luis Milla.


"Ketika kita mau berpindah dari Luis Milla ke Shin Tae Yong situasinya seperti sekarang ini, netizen bilang 'pertahankan Luis Milla' ".


"Namun ketika Shin Tae Yong masuk memberikan sihir baru, netizen bilang 'pertahankan Shin Tae Yong'.


"Kenapa? Karena ada ekspektasi yang begitu besar dari supporter terhadap prestasi".


 "Kalau mungkin saat ini Shin Tae Yong sudah juara, mungkin berbeda lagi".


 "Dalam hasil diskusi serta rapat evaluasi Timnas Indonesia, ditegaskan target ke Shin Tae Yong bahwa pada 2022 ini ada dua gelar yang harus diraih.


"Piala AFF U-23 dan Piala AFF 2022 harus juara. Mudah-mudahan, tahun 2022 ini tahunnya Shin Tae Yong untuk bisa memberikan dua gelar," harap pria yang pernah jadi Manajer Persebaya itu.


"Di Sepakbola Prestasi yang Utama, Proses Tidak Dilihat".


Usai poddcast tersebut tayang dan beredar dikalangan pecinta sepak bola, banyak yang mengatakan bahwa PSSI tidak mengerti bola dan tidak memahami apa itu yang namanya proses. Shin Tae-Yong sendiri mengatakan bahwa ia ingin melatih timnas Indonesia tujuan utamanya bukanlah untuk menjadi juara, melainkan ingin mengubah sistem sepak bolanya terlebih dahulu terutama di Liga Indonesia. Sebab ia berpikir bahwa jika akar sudah kuat, maka suatu saat nanti sepak bola Indonesia akan maju ke depannya.


"Indonesia merupakan tim dengan rata-rata pemain tertua di Asia Tenggara. Namun, di tangan saya, rata-ratanya menjadi 21,5 tahun. Saya lebih banyak merekrut pemain muda," terang Shin Tae-yong di channel YouTube Myeongjangdeul.


"Sejujurnya, saya datang ke Indonesia untuk mengubah sistem sepak bolanya. Saya tidak terlalu menitik beratkan pada prestasi, saya berpikir bahwa akar tim ini harus kuat," tambahnya.


"Karena saya tidak akan terus berada di Indonesia, saya harus menempa pemain muda dan mengubah sistemnya," ungkap Shin.


Di statement lainnya, Exco PSSI itu juga mengatakan bahwa Match Fixing bukanlah sesuatu hal yang perlu diberantas.


" Match Fixing itu Bukan Sesuatu yang harus diberantas... Apakah benar ada, Baru mengatasinya" ujar Haruna Soemitro.


Mendengar hal itu, Netizen semakin geram. Seakan-akan PSSI menganggap sepeleh dan tidak serius dalam menangani oknum-oknum yang melakukan perbuatan Match Fixing. Salah satu akun Instagram kritikus sepak bola yakni @hantamfootball memberikan sindiran keras kepada Exco PSSI.

$ads={1}


" Kalau match fixing diberantas, habislah saya, saya bosnya (ujar botak nakal dalam hati) " Komentar disalah satu postingan Instagram @pengamatsepakbola.


Timnas Indonesia berfoto bersama usai final Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). ANTARA
FOTO/Flona Hakim/app/hp.


Seperti yang diketahui, Shin Tae-Yong telah memberikan angin segar kembali bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, semenjak timnas diasuh oleh pelatih asal korsel itu, permainan Timnas Indonesia terlihat begitu menarik dan berkembang pesat. tidak hanya itu, semangat juang dan mentalitas para pemain pun bertambah baik.


Bagaimana menurut sobat Fordiasi?


Sepertinya memang PSSI perlu diberikan edukasi mengenai olahraga sepak bola yah sob?


Yuk komentarnya...


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close