Key Point Seleksi Distributor Bagi Perusahaan Manufaktur


KEY POINT SELEKSI DISTRIBUTOR BAGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Perusahaan manufacturing ketika mencari distributor di suatu area hendaknya memiliki beberapa opsi kandidat. Dari beberapa opsi tersebut, key point untuk menentukan mana yang lebih bagus/layak adalah sebagai berikut:


1. Memiliki target market yang sama, sehingga A.O dan R.O yang ada di distributor menjadi potensial customer produk perusahaan.


2. Service level yang baik. Bisa dilakukan survey ke lapangan di area tersebut. Tanyakan kepada, katakanlah 50 atau 100 customer yang menjual/memakai produk existing di distributor tersebut, tentang service mereka. Dari kunjungan salesman, waktu pengiriman, ketepatan pengiriman, respon terhadap keluhan, peraturan pembayaran, dll.

$ads={1}


3. Power product. Maksudnya adalah produk principal yang memang sudah laku tanpa perlu cuap cuap panjang lebar, memiliki jumlah R.O yang paling besar, memiliki porsi omset paling besar diantara semua produk existing.


4. Area coverage dan jumlah sales force. Poin ini berbicara tentang kekuatan menjual dan distribusi. Sejauh mana distribusi dapat dijangkau, dan cukupkah jumlah sales force untuk menjangkau area distribusi secara rapat dan merata. Perlukah menuntut kandidat distributor untuk membentuk sales force ekslusif atau bisa nebeng saja dengan sales force yang sudah ada.


5. Luas gudang, kondisi gudang, dan jumlah armada pengiriman. Ini berkaitan dengan service level di lapangan. Luas gudangnya memadai tidak untuk ditambahkan 1 principal lagi. Kondisi (suhu, ventilasi, dll) cocok tidak dengan syarat penyimpanan produk. Jumlah mobil pengiriman memadai tidak untuk menjangkau area distribusi dengan waktu pengiriman yang tepat waktu dan tidak berhari hari lamanya dari orderan sales force.


Baca Juga: Dampak Revolusi Industri 4.0 Pada Sektor Bisnis di Indonesia


6. Pembayaran yang baik dan tepat waktu. Sebaik apapun penjualan dan distribusi, bila distributor pembayarannya tidak lancar ke perusahaan tentu akan jadi masalah juga bagi perusahaan. Meskipun ada bank garansi ataupun asuransi yang mengcover, namun itu hanyalah preventive bila amit amit distributor gagal bayar. Andaikan pun amit amit bila akhirnya distributor gagal bayar, perusahaan sudah kehilangan waktu dan penjualan akan stuck berbulan bulan dalam prosesnya.


Anyway, semua poin diatas murni pendapat pribadi saya sesuai pengalaman yang telah saya jalani. Para expert lainnya mungkin akan memiliki pendapat yang berbeda atau lebih baik lagi.


Selamat pagi semuanya. Monday is Money Day.


Oleh: Nero Povlsen, Area Sales Manager at PT. Federal Food Internusa


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close