Lebih Penting Mana antara Skill atau Attitude dalam Bekerja?


LEBIH PENTING MANA ANTARA SKILL ATAU ATTITUDE DALAM BEKERJA?


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Dalam dunia kerja, HRD akan menilai calon kandidat dari beberapa aspek, salah satu metodenya dengan psikotest dan wawancara kerja. HRD memiliki alat tes dan tolak ukur sendiri dalam menyimpulkan kemampuan serta attitude dari seorang kandidat tersebut. Oleh sebab itu, kenapa posisi recruitment yang diperioritaskan lulusan psikologi? karena ada relasi dengan jobdesk yang akan dijalankannya.


Biasanya HRD akan menilai seseorang dari 3 aspek utama. Pertama dari Skill/Kompetensi, Kedua Attitude/sikap, Ketiga Pengalaman Pekerjaan. Sedangkan pendidikan diurutan setelahnya.


Antara Skill dan Attitude, manakah yang menjadi prioritas penilaian oleh HRD ketika Interview ataupun disaat bekerja?


Melalui laman LinkedIn nya, Aukaria (Oka) Rahman selaku Head of Human Resources at Unicharm memberikan jawaban mengenai persoalan diatas. Berikut tulisannya,


Hasil riset yang digelar di Inggris pada tahun 2010, mendapati 96 persen perekrut mengedepankan attitude dibandingkan skill.


Tapi sebaliknya, riset yang sama mencatat, 60 persen pelamar malah mengedepankan skill dibandingkan attitude.


Sounds familiar?

$ads={1}


Yes, sempat rame tentang rekrutlah pelamar yang punya attitude ketimbang skill. Skill bisa diasah.


Tapi, apa itu skill? Skill adalah kemampuan individu dalam melakukan suatu pekerjaan.


Nah dalam bekerja, otomatis kita perlu skill - logika sederhananya.


Kenapa? Karena attitude sendiri adalah sikap atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia.

See? 2 hal ini saling melengkapi.


Tidak bisa dipisahkan sendiri sendiri.


Tapi, bisa gak sih hiring for attitude? Tentu saja bisa. Dengan catatan calon pekerja sudah punya skill yang mumpuni. Terutama untuk posisi posisi yang sudah berpengalaman.


Contoh sederhana, saya membutuhkan staff admin. Maka saya akan mencari kandidat dengan kualifikasi bisa MS office.


Perlu attitude dengan kualifikasi, disiplin, menghargai sesama, tidak bergosip, sopan, ramah, dsb...


Terlihat indah?


As HR what would you do?


Hiring for attitude or hiring for skill or both?


Sumber: Aukaria (Oka) Rahman

Penulis & Editor: Hendra Setiawan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close