Monyet Hitam Sulawesi: Viral namun Terancam


MONYET HITAM SULAWESI: VIRAL NAMUN TERANCAM


FORDIASI.COM | FLORA & FAUNA - Indonesia merupakan Surga Habitat bagi berbagai satwaliar terutama dari jenis primata langka. Hampir semua primata yg hidup di Indonesia pun termasuk satwa dilindungi oleh Undang Undang. Peran primata di alam memang sangat penting terutama sebagai tokoh penyebar biji pohon untuk regenerasi hutan. Namun primata kini seolah dianggap musuh dan hama sehingga diburu untuk dijualbelikan, dipelihara atau bahkan dikonsumsi.


Salah satu primata endemik langka adalah Monyet Hitam Sulawesi atau disebut juga Yaki atau Monyet Wolai bernama latin Macaca nigra. Yaki merupakan primata endemik Sulawesi Utara yg sempat viral beberapa tahun lalu karna foto selfie yg bikin heboh dunia. Foto selfie ini sendiri diambil dari kamera David Slatter pada tahun 2011. Yaki ini juga merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas dilindungi.


Yaki ini merupakan primata endemik langka yg kini populasinya terus menurun di alam, berbagai penyebab seperti perburuan liar untuk dijual, dipelihara bahkan dikonsumsi sangat mengancam monyet unik langka ini. Belum lagi ancaman seperti konflik lahan dengan manusia dan menyusutnya habitat dan sumber pakan juga seolah menjepit keberadaan Yaki.

$ads={1}


Yaki ini hidup berpasangan atau kelompok dan aktif beraktifitas pada pagi dan sore atau diurnal. Yaki melakukan pendekatan sosial dengan cara mengutu (grooming) dan sering berekspresi melalui raut mimik wajah dan suara. Yaki ini tidak menyukai kontak mata karna akan memicu dia untuk pergi atau agresif menyerang. Monyet ini memiliki ciri jambul di kepala seperti gaya rambut mohawk, berukuran lebih besar dari jenis monyet pada umumnya dan ciri lain pantat kemerahan.


Status konservasinya dari Yaki kini adalah sangat terancam atau kritis. Habitat alami dari Yaki ini dapat dijumpai di Cagar Alam Dua Saudara, Cagar Alam Tangkoko, Pulau Bacan dan di Sulawesi Utara seperti daerah Manembo Nembo, Kotamobagu dan Modayak. Saat ini dibutuhkan upaya dan peran aktif masyarakat melaporkan setiap perburuan dan perdagangan ilegal dari satwa dilindungi.


Sumber: Rimbawan Kota


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close