4 Pelajaran Hidup di Saat Sedang Menganggur


4 PELAJARAN HIDUP DI SAAT SEDANG MENGANGGUR


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Ada masa dimana ketika saya tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. Banyak lamaran kerja yang saya kirimkan tidak mendapat respons, hingga saya mulai terbiasa dengan yang namanya kecewa.


Selama masa-masa itu, saya terus bertanya pada diri sendiri: apa yang akan saya lakukan dengan hidup ini?


Sungguh suatu masa yang penuh tekanan dan rasa frustrasi, masa yang menguji iman saya.


4 pelajaran hidup yang saya dapatkan selama masa2 itu, yang mungkin bisa menolong teman2 ketika menghadapi situasi serupa:


1. Mencari Tuhan


Seringkali, saya merasakan adanya percakapan intens antara saya dan Tuhan yang berlangsung satu arah. Banyak pertanyaan yang timbul, "Kenapa sepertinya orang lain lebih mudah mendapatkan pekerjaan? Apakah mereka lebih baik dari saya? Mengapa saya selalu sial?"

Namun, justru karena kesulitan yang saya hadapi itulah, saya berdoa lebih giat dan berusaha lebih keras.


2. Berserah kepadaNya


Saya tipe orang yang senang membuat perencanaan dalam hidup, menyusun target2 untuk dicapai, memegang kendali atas hidup saya sendiri. Puas rasanya ketika segala sesuatu berjalan lancar. Namun, ketika rencana meleset, saya pun merasa terpukul. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya ketika saya harus menyandang status sebagai “pengangguran” dan tidak punya kendali apa pun atas hidup saya.


Saya merasa sangat tertekan dan malu, ingin menyembunyikan diri dari keluarga dan teman2 saya.

$ads={1}


Butuh waktu sebelum akhirnya saya bisa belajar berserah dan membiarkan Tuhan mengambil alih kendali atas hidup saya.


Saya bersyukur dan memutuskan untuk berserah kepada Tuhan, karena begitu saya melakukannya, saya tidak lagi merasa sendirian, dan saya mulai berhenti menyalahkan diri sendiri.


3. Belajar "melayani" orang lain


Tidak semua orang punya sifat melayani.


Melayani dalam arti memiliki kesabaran dan keinginan untuk membantu serta mengerti keinginan orang lain.


Semua manusia punya ego.


Nah, kalau melayani orang lain tanpa harus mengalahkan ego sendiri, ini yang sulit. Tetapi dalam dunia perhotelan, saya mendapatkan pelajaran tentang arti melayani.


Meski hidup saya tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya inginkan, saya merasa puas, tenang, dan bersyukur.


Tuhan menyediakan semua kebutuhan saya dengan cara yang berbeda.


Baca Juga: Lebih Penting Mana antara Skill atau Attitude dalam Bekerja?


4. Bersyukur


Saya belajar bersyukur atas masa-masa sulit.


Menjadi pengangguran mengajarkan saya untuk bisa tetap bersukacita dan bersyukur saat mengalami kegagalan. Saya juga bersyukur untuk tantangan dan pembentukan Tuhan yang membawa saya makin dekat kepada-Nya.

$ads={2}


Sekecil apapun berkat, kembalikan kepadaNya, untuk membantu orang lain. Memberi dan membantu orang lain pun tidak harus dengan uang.


Bisa dengan mendoakan, karena kekuatan doa sungguh luar biasa.


Kalau kita membantu orang lain dengan doa, bukan hanya orang tersebut yang mendapatkan berkat, keluarganya, dan kita juga.


Dan, kadang kita memberi bukan karena kita kaya, tetapi karena kita tahu bagaimana rasanya ketika tak punya apa2.


Oleh: Glen Pattiradjawane


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama